Breaking News

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Antar Obat Bagi Pasien Rawat Jalan, Dinkes: Secepatnya

Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan program antar obat bagi pasien rawat jalan. Melalui program itu, diharapkan pasien rawat jalan tidak lagi perlu an

istimewa
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita menerima bantuan Coorparate Sosial Responsibility (CSR) dari PT MPM Honda berupa lima unit motor. 

Reporter: Bobby Koloway I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan program antar obat bagi pasien rawat jalan.

Melalui program itu, diharapkan pasien rawat jalan tidak lagi perlu antre terlalu lama. 

Program ini menjadi tindaklanjut setelah Pemkot Surabaya menerima bantuan Coorparate Sosial Responsibility (CSR) dari PT MPM Honda. Pemkot menerima bantuan lima unit motor.  

Program ini dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Petugas akan mengantarkan obat bagi pasien rawat jalan yang berobat di RSUD Dr Mohamad Soewandhie.  

Masyarakat tak perlu lagi antre. Sehingga sekaligus mengantisipasi kerumunan. 

Penyerahan lima unit kendaran roda dua tersebut, bersamaan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (31/5/2021).

"Bantuan ini untuk mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama bagi pasien rawat jalan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita

Feny-sapaan akrab Febria Rachmanita ini menceritakan, awal mula ide pengiriman obat ke rumah pasien rawat jalan muncul. Awalnya, dirinya melihat pasien mengantre obat di instalasi farmasi RSUD Dr Mohamad Soewandhie

Jumlahnya cukup banyak. Pasien ini yang mengidap berbagai penyakit itu menunggu obat yang sedang dipersiapkan oleh petugas. 

Tak jarang, pasien yang menunggu juga dinilai dalam kondisi "cukup rentan". “Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini," katanya. 

"Sehingga, saya bercita-cita agar pasien rawat jalan setelah periksa langsung bisa pulang dan obatnya di antarkan petugas ke rumah masing-masing. Supaya dapat mencegah penularan penyakit,” ungkapnya. 

Akhirnya, dia mulai mencari CSR yang memungkinkan dapat merealisasikan program itu. Seperti gayung bersambut, Feny pun mendapati kabar gembira ketika PT MPM Honda bersedia mengambil peran membantu mewujudkan program pengiriman obat ke rumah pasien.

 “Mereka mendukung kami karena PT MPM Honda juga ingin memberikan manfaat kepada warga Surabaya. Alhasil Honda menyumbangkan lima motor lengkap dengan kotak obatnya,”urai Feny.

Rencananya, setelah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diterbitkan, Kadinkes Feny akan segera mengoperasikan kendaraan itu. Kendaraan berkeliling mengantar obat ke rumah pasien rawat jalan. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved