Breaking News:

Berita Gresik

Bupati Gresik Gus Yani Datangi DPUTR, Akselerasi Penanganan Kali Lamong

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama PJ Sekda Gresik, Abimanyu Pontjoatmojo mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Bupati

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/Willy Abraham
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama PJ Sekda Gresik, Abimanyu Pontjoatmojo mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Bupati jemput bola dengan mengevaluasi target kinerja DPUTR, terutama masalah penanganan banjir Kali Lamong.

Bupati ditemui Kepala DPUTR Gresik, Gunawan Setijadi di ruangannya.

"Kita berkunjung mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan sampai bulan ini, mulai dari persiapan perjanjian kerjasama antara dengan BBWS, Kementrian PUPR," ucapnya, Kamis (3/6/2021). 

Sebab, normalisasi Kali Lamong merupakan wewenang dari BBWS Bengawan Solo, sedangkan Pemkab Gresik hanya mempunyai wewenang pembebasan lahan. 

Terkait dengan normalisasi Kali Lamong, kewenangan daerah hanya diberi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Hal ini sesuai Perpres nomor 80 tahun 2019. 

Berdasarkan studi BBWS sejak tahun 2012. Terdapat 149 hektar lahan yang harus dibebaskan dengan menelan anggaran Rp 600 miliar. Namun, setelah studi LARAP 2020 selesai, lahan yang harus dibebaskan sebanyak 280 hektar dengan estimasi biaya Rp 800 miliar. 

Baca juga: Dua Sekawan di Surabaya Simpan Sabu dalam Sol Sandal dan Ketahuan Polisi, Simak Kronologinya

Pihaknya melakukan terobosan agar penanganan Kali Lamong ada progres di setiap tahun. Sebab bencana tahunan banjir Kali Lamong  ini menyengsarakan warga Gresik terutama di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, dan sebagian di Kecamatan Menganti dan Kecamatan Kedamean. 

Proyek normalisasi itu akan dimulai di wilayah hulu mulai dari Desa Jono sampai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme sepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah maupun tanggul parapet. 

Pihak BBWS Bengawan Solo siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong asalkan lahannya sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan tahun 2021 sebesar Rp 98 miliar ini bisa terserap sepenuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved