Berita Bondowoso
Progres Penetapan Gunung Piramid Jadi Wisata Minat Khusus Masih dalam Proses
Akhir tahun 2020, pendaki gunung profesional telah melakukan pemetaan dan survei di gunung yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Gunung Piramid direkomendasikan sebagai wisata minat khusus.
Akhir tahun 2020, pendaki gunung profesional telah melakukan pemetaan dan survei di gunung yang berada di Kelurahan/Kecamatan Curahdami itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Bondowoso, Arif Setyo Rahardjo mengatakan pihaknya menggandeng dua pendaki profesional yang tergabung dalam anggota Wanadri dan anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia).
Mereka mensurvei jalur-jalur aman di Gunung setinggi 1.512 mdpl itu serta merekomendasikan sebagai wisata minat khusus.
"Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (jatuhnya korban jiwa) seperti sebelumnya," katanya, Sabtu (12/6).
Ia menyebut, kini, progres dari pemetaan survei tersebut sudah menghasilkan sebuah kajian.
Review selanjutnya, bakal dilakukan secara bertahap.
"Review-nya tahun ini masih untuk Kawah Wurung, dan Air Terjun Tancak Kembar. Lalu, menjalin kerjasama dengan Perhutani untuk Wisata Kluncing serta Puncak Megasari. Barulah nanti mengarah ke Gunung Piramid perihal kerjasama," terangnya.
Rencana Gunung Piramid dijadikan wisata minat khusus perlu upaya. Saat ini, rencana itu belum benar-benar berjalan. Karena masih ada sejumlah proses yang harus dituntaskan.
"Sekarang masih dalam proses. Harus melakukan permohonan kepada Perhutani sebagai pemangku wilayah dan memberikan kajian. Apakah nantinya Gunung Piramid layak jadi wisata minat khusus atau tidak berdasarkan kajian dan pemetaan survei jalur yang telah dilakukan," pungkasnya. (nen)
Baca juga: Melihat Deretan Poster Musisi Nusantara Pecinta Alam di Lobby Balaikota Malang
Kumpulan berita Bondowoso terkini