Berita Persebaya Surabaya

Kronologi Meninggalnya Ayah M Supriadi: Sempat Manggil-manggil Nama Supri

Lifa, kakak Muhammad Supriadi, penyerang sayap Persebaya Surabaya menceritakan kronologi meninggalnya sang ayah hari ini, Minggu (13/6/2021).

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/NURAINI FAIQ
Mendiang Denan, ayah M Supriadi di depan rumahnya tahun 2018 lalu. 

Reporter: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lifa, kakak Muhammad Supriadi, penyerang sayap Persebaya Surabaya menceritakan kronologi meninggalnya sang ayah hari ini, Minggu (13/6/2021).

Disampaikan Lifa pada TribunJatim.com, sang Ayah, Denan, sebelumnya tidak menderita penyakit apapun.

"Meninggal tadi setelah Dzuhur, kira-kira setengah satu. Bapak tidak ada riwayat sakit, cuma mungkin karena sudah tua," kata Lifa mengawali cerita pada TribunJatim.com, Minggu (13/6/2021).

Ditambahkan Lifa, proses pemakaman sudah rampung sore tadi di pemakaman kampung tempat tinggalnya.

Keluarga Supriadi tinggal di Gang Buntu Gang Sekolahan, Kampung Kedung Asem, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

"Sudah barusan, abis Ashar di pemakaman Kedung Asem," tuturnya.

Meski tidak menderita penyakit khusus, Lifa menceritakan, sebelumnya mendiang Denan sempat mengalami sakit karena usia.

"Bapak usia 70 tahun lebih, waktu itu sakit, hari Selasa kalau tidak salah, tiba-tiba tidak mau makan," jelasnya.

"Sempat gak sadar, tapi akhirnya sadar, gak sadar lagi, sampai tadi sekitar setengah satu meninggal," tambahnya.

Saat mendiang sempat tidak sadarkan diri, rumah yang ditempati Denan sempat didatangi Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

"Kapan hari waktu gak sadar sempat ada Satgas Covid-19, cuma karena bapak sudah sadar, jadi Satgas Covid-19 gak ngajak ke rumah sakit besar. Jadi ada pembatalan," kata Lifa.

Saat sudah sadar waktu itu, Lifa menyebut, mendiang Denan sempat memanggil-manggil nama Supriadi.

Karena di saat bersamaan Supriadi sedang berada di mess Persebaya, tidak bisa pulang untuk menjalani serangkaian program latihan tim menatap Liga 1 2021.

"Bapak sudah sadar, mau makan dan minum, mau minum sempat panggil-panggil Supri waktu itu. Terus tadi drop lagi sampai akhirnya meninggal," pungkasnya.

Mendiang Denan meninggalkan empat anak di mana Muhammad Supriadi merupakan anak terakhir.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved