Berita Kota Mojokerto

Pemkot Mojokerto Gandeng Baznas Wujudkan Beasiswa Program 1 Keluarga 1 Sarjana

Pemkot Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan beasiswa program satu keluarga satu sarjana di Universitas Mayjen Sungkono

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
mohammad romadoni/surya
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kegiatan penyerahan beasiswa program satu keluarga satu sarjana di Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS) Jl Irian Jaya, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Sabtu (19/6/2021). 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan beasiswa program satu keluarga satu sarjana di Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS) Jl Irian Jaya, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto.

Penyerahan beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Ketua Baznas Mojokerto Dwi Hariadi dan Rektor UNIMAS Hery Setiawan, Sabtu (19/6/2021).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan Pemerintah Daerah mempunyai target untuk meningkatkan indeks pendidikan setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai misi dan visi melalui program satu keluarga satu sarjana. Dalam mewujudkan hal tersebut maka diperlukan program sehingga Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran pemberian beasiswa bagi SDM dari Kota Mojokerto yang berasal keluarga tidak mampu yang masuk perguruan tinggi.

"Kami mengembangkan bagaimana untuk yang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ini kita upayakan melalui sinergi antara Baznas dengan Universitas Mayjen Sungkono sebagai salah satu universitas yang ada di Kota Mojokerto maka muncul program satu rumah satu satu keluarga satu sarjana," ungkapnya, Sabtu (19/6).

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto menuturkan program satu keluarga satu sarjana ini dapat membantu untuk meningkatkan capaian indeks pendidikan di Kota Mojokerto. Sebelumnya, pihaknya telah menganggarkan setiap tahunnya yaitu sebanyak 16 mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama dua tahun.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Kolaborasi Bersama Baznas Meningkatkan Kesejahteraan Kaum Lansia 

"Nah, untuk yang PTS tahun ini ada lima anak sehingga tahun depan bisa kita tambahkan lagi sesuai dengan alokasi anggaran yang ada di Baznas bisa sampai 10 anak pertahun," jelasnya.

Beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini berupa pembiayaan akademik (Biaya Pendidikan) mulai dari mahasiswa masuk hingga wisuda. Pembiayaan pendidikan ini bisa digunakan untuk keperluan biaya hidup apabila ada sisa dari pembayaran kuliah.

"Tentu saja harapan kami jika SDM dari Kota Mojokerto ini memiliki kualitas maka imbauan dari saya, sebaiknya ilmunya tersebut dimanfaatkan untuk membangun daerahnya," ucap Ning Ita kepada TribunJatim.com.

Masih kata Ning Ita, program satu keluarga satu sarjana ini merupakan salah satu bagian upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tentunya dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Saat ini ada Balitbang Kementerian Kominfo yang menyiapkan 16 jenis Digital Scholarship sasarannya untuk anak-anak yang baru lulusan SMA, bisa juga ASN tenaga honorer maupun mahasiswa yang membutuhkan kompetensi lebih Expert
di bidang digital.

Pemerintah Daerah juga kerja sama dengan Panasonic Gobel Foundation untuk pendidikan vokasi di bidang elektronik bagi anak-anak lulusan SMA atau masyarakat umum.

Kemudian, bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) yakni perkumpulan Bank se-jawa Timur yang juga memberikan CSR dalam rangka peningkatan kapasitas UMKM di Kota Mojokerto.

"Jadi untuk bangkit (Perekonomian) dari Pandemi untuk meningkatkan kualitas SDM kedepan kami tidak bisa sendirian, perlu bersinergi dan bekerjasama dengan berbagai pihak itu adalah upaya yang kami lakukan. Untuk mengkoordinir siapa saja yang memang memiliki tanggung jawab dan juga kewenangan untuk bisa bersama-sama membangun kota Mojokerto," bebernya kepada TribunJatim.com.

Ketua Baznas Mojokerto Dwi Hariadi menjelaskan kategori penerima beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini adalah warga kurang mampu dan berdomisili sesuai identitas Kota Mojokerto.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved