Donasi Obat Ivermectin, HKTI Berharap Turut Menekan Gelombang Covid 19 Bangkalan

menurut Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril, Rabu (16/6), bahwa Bangkalan menjadi satu-satunya wilayah dengan zona merah di Jatim

Editor: Yoni Iskandar
istimewa
HKTI Donasi Obat Ivermectin Untuk Bangkalan dan Diterima Kadinkes Bangkalan 

Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tingginya angka penularan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menyedot perhatian pemerintah. Wilayah di Pulau Madura yang sebelumnya berstatus zona oranye ini, berubah menjadi zona merah.

Bahkan menurut Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril, Rabu (16/6), bahwa Bangkalan menjadi satu-satunya wilayah dengan zona merah di Jawa Timur.

Wajar, jika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan koordinasi dengan Pemkab Bangkalan dan pihak-pihak lainnya untuk menekan lonjakan tersebut.

Memburuknya kondisi kesehatan masyarakat Bangkalan ini memantik kepedulian banyak pihak. Tidak terkecuali dari Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P.

Melalui Perempuan Tani HKTI sebagai organisasi sayap HKTI, bekerjasama dengan PT Harsem Laboratorium membagikan 1.500 dosis Ivermectin ke Bangkalan menyusul sebelumnya 5.000 dosis di Kudus, Jawa Tengah. Obat tersebut diterima oleh Pemkab Bangkalan, yaitu Dinas Kesehatan Bangkalan pada Senin, 21/6/2021.

Bantuan obat tersebut direncanakan akan didistribusikan setelah melalui koordinasi Pemkab Bangkalan dengan tenaga kesehatan. Selaku Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo, S.Kep.Ns., menyampaikan apresiasinya pada HKTI, saat ditemui pada persiapan teknis pendistribusian obat Ivermectin dari HKTI yang diwakili oleh Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (18/6/2021).

"Kami terimakasih pada HKTI atas kepedulian pada warga Bangkalan. Mengenai bagaimana pendistribusian ivermectin, kami tentunya harus berkomunikasi dengan para tenaga kesehatan yang ada di bawah naungan Pemkab. Arahan dari Pemprov Jatim juga kami harapkan agar pelaksanaan pendistribusian obat berjalan lancar dan tepat sasaran," ujar forkopimda yang sebelumnya meraih penghargaan sebagai Tokoh populer kategori dinas oleh maduracorner.com.

Baca juga: Masif, Perempuan Tani HKTI Rutin Lakukan Sapa Petani

Sedangkan Ning Lia yang didampingi oleh Shofi Shofiyah, menjelaskan bahwa dirinya menjalankan amanah dari Ketua Umum HKTI.

“Kami bersyukur dapat menjalankan amanah bapak Ketum HKTI untuk turut serta berbagi kepedulian pada kesehatan mayarakat Bangkalan,” kata Ning Lia.

Sebelumnya, obat Ivermectim ini diklaim bisa mengatasi penyebaran virus Covid-19. HKTI berharap, jika kondisi kesehatan masyarakat Bangkalan membaik, status zona merah bisa segera dihindari dan kembali normal.

“Meskipun, tentunya harus tetap disiplin menjalankan protokoler kesehatan dalam semua aspek kehidupan,” kata Lia menambahkan.

Secara terpisah, Moeldoko melalui sambungan telepon, mengaku pernah mengonsumsi Ivermectin. Selama mengkonsumsi obat tersebut, Moeldoko mengaku tidak mengalami efek negatif.

“Jadi kita lihat positifnya, jangan kita lihat negatifnya karena kita saat ini menghadapi sebuah situasi yang cukup emergency untuk ditangani,” kata Panglima TNI periode 2013-2015.

Beberapa pemberitaan menyebut jika Ivermectin tidak lagi menjadi obat Covid-19 di India. Namun data berbeda diungkapkan Thedesertreview.com menyatakan invermectin mampu menurunkan kasus covid-19 sebanyak 97%.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved