Breaking News:

Berita Batu

DPRD Batu Usulkan Jalan Tembus Urai Kemacetan di Kios Bunga Sidomulyo

Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi berpendapat perlunya dibangun jalan tembus alternatif di kawasan Jalan Bukit Berbunga agar dapat memecah kemacetan yang t

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Benni Indo/Surya
Kawasan Jalan Bukit Berbunga yang sering macet karena kendaraan wisatawan diparkir di pinggir jalan. DPRD Batu melalui Ketuanya, Asmadi mengusulkan perlunya jalan tembus untuk mengurai kemacetan yang ada. 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi berpendapat perlunya dibangun jalan tembus alternatif di kawasan Jalan Bukit Berbunga agar dapat memecah kemacetan yang timbul ketika pembeli bunga hias memarkir kendaraannya di pinggir jalan.

Ia mengusulkan, titik awal pembangunan jalan tembus bisa dimulai dari gedung bekas kantor DPRD Kota Batu yang berada di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo.

Perlu juga dilengkapi rest area untuk menampung kendaraan-kendaraan pengunjung yang parkir. Kemudian dialihkan pengunjung bisa diantar mengenakan kendaraan kendaraan shuttle menuju lokasi atau bisa berjalan kaki karena jaraknya tidak jauh.

"Tinggal jebol di ujung selatan bekas gedung DPRD hingga tembus ke lokasi penjualan bunga hias. Kendaraan wisatawan ditaruh di rest area sehingga tidak memadati jalan perkampungan,” kata Asmadi.

Asmadi menilai, keberadaan jalan yang sekarang tidak memungkinkan lagi untuk diperlebar. Maka dari itu, perlu ada satu tempat yang menjadi lahan parkir kendaraan wisatawan.

“Apalagi jalannya terbatas dan tidak mungkin lagi untuk dilebarkan,” kata politisi PDI Perjuangan ini kepada TribunJatim.com.

Baca juga: DPUPR Kota Batu Sediakan Rp 12 Miliar untuk Pembangunan Jalan Tembus Pandanrejo-Sisir

Asmadi, yang juga warga Desa Sidomulyo itu mengatakan, dipilihnya jalur melalui bekas gedung DPRD lama sangat memungkinkan. Status lahan milik aset Pemkot Batu dan berdampingan dengan aset milik Pemdes Sidomulyo sehingga bisa dipermudah administrasinya.

"Mending aset milik pemkot karena tidak butuh biaya. Sedangkan yang melintasi lahan milik aset desa nanti bisa ditukar guling. Jika jalan yang digunakan milik warga, bisa dilakukan pembebasan lahan,” katanya.

Banyak wisatawan datang ke Desa Sidomulyo untuk berburu bunga hias. Masyarakatnya banyak menggantungkan hidup dari bisnis bunga hias. Bunga-bunga hias dijajakan di kios-kios yang berada di jalan raya hingga ke area perkampungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved