Breaking News:

Berita Mojokerto

Polisi Bekuk Kurir Pil Ekstasi dan Pil Koplo di Jetis Mojokerto, Diedarkan dengan Sistem Ranjau

Anggota Satresnarkoba Polresta Mojokerto menangkap seorang kurir narkotika di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Doni
Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan membeberkan barang bukti kasus peredaran narkotika pil Inex dan pil double L. 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Anggota Satresnarkoba Polresta Mojokerto menangkap seorang kurir narkotika di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Tersangka bernama Adi Guntur Saputra (26) warga Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto diamankan beserta barang bukti sebanyak 98 butir ekstasi dan 20.000 butir pil koplo (Double L).

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan terungkapnya kasus peredaran narkotika ini berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya transaksi pil ekstasi di wilayahnya.

Setelah dilakukan penyelidikan pihaknya akhirnya berhasil meringkus tersangka AG dan menemukan barang bukti di rumah mertua yang bersangkutan, pada Selasa (15/6/2021)  pukul 22.00 WIB.

"Tim Satresnarkoba melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti sebanyak 98 pil Inex/ Ekstasi dibungkus plastik klip serta 20.000 pil koplo siap edar," ungkapnya, Selasa (22/6/2021).

Menurut Rofiq mantan Kapolresta Pasuruan ini menjelaskan modus tersangka AG yakni menerima pasokan barang haram dari seorang diduga pemilik barang di wilayah Sidoarjo dan Madiun melalui komunikasi seluler.

Tersangka berperan mengantarkan barang haram itu pada pemesanannya melalui cara ranjau di suatu yang telah disepakati.

"Kita mengamankan satu unit Handphone yang digunakan tersangka berkomunikasi dengan pemilik barang (Pil Ekstasi) dan tersangka mengaku mendapatkannya dari Lapas namun kita masih mendalami terkait hal tersebut," bebernya.

Akibat perbuatanya tersangka AG dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan psikotropika Jo Pasal 197 Subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

"Ancaman pidana diatas lima tahun dan kita juga akan terus melakukan penyelidikan untuk menangkap bandar narkotika," ucap Rofiq.

Tersangka AG mengaku dia beralasan terpaksa menjadi kurir narkotika pil ekstasi dan pil koplo lantaran butuh uang untuk biaya kebutuhan hidup.

Dia memperoleh pil ekstasi dan pil double L dari seorang pria berinisial T yang kini buron.

"Ya baru satu seperti ini keburu tertangkap saya dapat barang itu dari teman," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved