Breaking News:

Berita Magetan

Woow, Mobil PCR Magetan Seharga Rp 3, 8 M Dirasa Kemahalan

Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Kabupaten Magetan, tidak hanya kemahalan, tapi juga tidak sesuai spesifikasi yang ditulis PT Karya Putra

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga Rp 3,8 miliar yang ternyata spesifikasinya tidak sesuai yang diiklankan PT KPA Surabaya, sebagai penjual, mobil laboratorium ini sedang dilakukan perawatan berkala enam bulanan. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Kabupaten Magetan, tidak hanya kemahalan, tapi juga tidak sesuai spesifikasi yang ditulis PT Karya Putra Andalan, Surabaya dalam proposal penawarannya.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harga mobil PCR yang dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan seharga Rp 3,8 itu kemahalan sebesar Rp 86 juta. Karenanya BPK minta penyedia barang mengembalikan kelebihan itu.

"Mobil PCR ini spesifikasinya tidak sesuai yang dijanjikan di proposal penawaran. Karena faktanya mobil ini tidak bisa uji swab dalam empat jam," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Magetan Suwito kepada Surya.

Kebohongan publik itu, tambah Suwito, tidak hanya proses cepatnya uji swab. Tapi juga kuantitas uji laboratorium yang dijanjikan di proposal bisa mencapai 400 hasil uji swab dalam 4 jam.

"Ternyata dari dua shif tidak bisa sampai setengah dari janji iklannya sebanyak 400 uji swab. Setiap shif itu memakan waktu 5 jam hanya bisa tes SWAB PCR 48 tes. Dan sehari hanya mampu sampai dua shif, praktis hanya 96 SWAB PCR" kata pria berbadan atletis ini.

Baca juga: Jatim Punya Mobil PCR Sendiri, Jangkau Lebih Luas Tes Swab Covid-19, Kapasitas 300 Sampel Per Hari

Tidak berhenti sampai disitu, lanjut Suwito, sistem kelistrikan di mobil untuk operasional peralatan laboratorium medis punya kapasitas kecil. Juga tidak sesuai janji iklan yang ditawarkan di proposalnya.

"Jadi kalau kita harus melakukan pemeriksaan swab dan membutuhkan waktu lebih dua jam, butuh charger dari PLN. Generator mobil PCR hanya kuat sekitar dua jam. Selebihnya harus pakai catu daya dari PLN," katanya kepada TribunJatim.com.

"Mobil PCR itu sudah dipakai di kasus besar di Desa Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan dan di Cemorosewu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan," kata Suwito

Sementara data warga Magetan yang terpapar Covid 19 total, ada 4.277 orang, sembuh 3.785 orang, terkonfirmasi 161 orang, meninggal 331 orang, suspect dalam pemantauan 58 orang dan probable (sangka) lima orang.

"Update Peta Sebaran COVID-19, Per 24 Juni 2021 Pukul 19.00 WIB, kemarin. Sembuh 10 orang, terkonfirmasi 12 orang, meninggal dua orang," kata Fery Yoga Saputra, anggota Tim Assesment atau Kajian Strategis Penilaian Kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Kabupaten Magetan kepada Surya, Jumat (25/6).

Berita tentang Mobil PCR

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved