Berita Madura
Oknum Satpol PP Bangkalan Digerebek Warga Usai Bawa Masuk Wanita di Rumah, Berdalih Isolasi Mandiri
HBC (35), pria berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Satpol PP Bangkalan digerebek warga karena memasukkan wanita idaman lain (WIL) di rumahnya, Per
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: Ahmad Faisol I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – HBC (35), pria berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Satpol PP Bangkalan digerebek warga karena memasukkan wanita idaman lain (WIL) di rumahnya, Perumahan Pangeran Asri, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Kota, Jumat (25/6/2021).
Penggerebekan dipimpin Ketua RT 4, Joko bersama sejumlah warga. Kepada Joko, awalnya HBC tidak mengakui jika di dalam rumahnya tidak ada tamu perempuan seperti yang disangkakan oleh warga.
Namun asalan itu tidak membuat warga percaya begitu saja. Akhirnya, WIL diketahui berada di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci. HBC pun tidak bisa mengelak dan berhasil kabur bersama teman wanitanya itu.
Joko mengungkapkan, HBC memang tengah pisah ranjang dengan istri sahnya.
Kedatangan seorang perempuan ke rumahnya itu telah menjadi perhatian para tetangga selama dua hari terakhir.
“Awalnya mengaku kemarin memang ada perempuan, hari ini tidak. Tetapi setelah kami temukan si perempuan, dia berasalan mendatangkan untuk memasak karena dirinya mengaku tengah menjalani isolasi mandiri,” singkat Joko kepada Surya (TribunJatim.com grup).
Kelurahan Pangeranan saat ini memang menjadi kawasan zona merah Covid-19 bersama Kelurahan Pejagan, dan Kelurahan Demangan.
Namun warga memastikan, HBC bukanlah salah seorang yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Ulah HBC membuat para tetangga geram. Pasalnya, upaya seorang ibu berusia senja untuk membuka masker WIL, dihalangi bahkan didorong HBC hingga nyaris terjatuh. Keduanya kemudian kabur.
Hal itu membuat para tetangga geram, warga kemudian menyegel pintu pagar rumah dengan lakban berwarna cokelat.
Warga pun menempelkan sejumlah kertas bertulisankan, ‘Jual mobil, beli (sewa) hotel’, ‘Jangan berzina di tempat ini, *njing’, ‘Usir penjahat kelamin dari rumah’, dan ‘Di sini rumah penjahat kelamin’.
“Saya maunya buka masker (si perempuan), ingin tahu wajahnya karena sering ke sini. Saya berpikir masih saudaranya. Kalau tidak ada tiang listrik, mungkin saya jatuh karena didorong (HBC),” singkat ibu berusia senja itu.
Suasana semakin memanas tatkala seorang perempuan mengenakan hijab tiba-tiba datang sambil berteriak histeris, seolah-seolah kesurupan. Ia adalah HU (36), istri dari HBC. Keduanya dikarunia dua orang anak.
HU mengaku bahwa biduk rumah tangganya tengah di unjung tanduk karena kehadiran WIL dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun hingga saat ini, lanjut, belum ada permohonan proses cerai.