Berita Kota Kediri

Cara DKPP dan Petani Kota Kediri Berantas Hama Wereng Batang Coklat yang Serang Tanaman Padi

Cara DKPP dan petani Kota Kediri berantas hama wereng batang coklat yang menyerang tanaman padi milik warga.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Petani di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri, menyemprotkan agen hayati jenis jamur untuk memberantas hama wereng batang coklat di lahan sawah, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Hama wereng batang coklat menyerang tanaman padi petani di Kelurahan Ngampel dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Seragan hama tersebut telah dilaporkan petani ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri.

Selanjutnya petugas DKPP bersama petani dari dua kelompok tani Kelurahan Ngampel dan Kelurahan Gayam telah melakukan aksi gerakan pengendalian (Gerdal) dengan menggunakan agen hayati.

Kepala DKPP Kota Kediri, Mohamad Ridwan, menjelaskan, serangan hama wereng meski tidak banyak tapi tetap harus diwaspadai.

"Kami bersama para petani melakukan pengendalian dengan memanfaatkan agen hayati untuk mengendalikan populasi dari wereng batang coklat ini," ungkap Mohamad Ridwan, Rabu (30/6/2021).

Agensia hayati merupakan suatu program dari Kementerian Pertanian berkenaan dengan kelestarian lingkungan hidup.

Pestisida kimia sempat digunakan secara besar-besaran karena dinilai efektif mengatasi hama, namun efek samping yang ditimbulkan kepada lingkungan jadi tidak baik.

"Hama-hama itu punya musuh alami, seperti wereng punya musuh alami berupa laba-laba, lady bug tapi karena adanya pestisida kimia, musuh alami dari hama ini juga ikut mati, akibatnya susun rantai makanan juga terganggu," ungkapnya.

Baca juga: Prodi S1 Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro Kediri Berhasil Raih Akreditasi Baik Sekali

Supaya tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, pemerintah mulai kembali menggalakkan pertanian berkelanjutan dan dibudidayakan secara sehat menuju ke pertanian organik.

Salah satu upayanya adalah dengan menggunakan pestisida alami atau dikenal dengan agensia hayati.

"Sebisa mungkin kita minimalisir penggunaan pestisida kimia," tandasnya.

Dijelaskan Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, DKPP Kota Kediri, Ita Sachariani, menjelaskan, penggunaan agensia hayati ini dengan memanfaatkan peran dari musuh alami hama yang berupa mahkluk hidup juga.

"Pestisida dengan agen hayati ini memanfaatkan organisme dan mikroorganisme seperti bakteri, virus yang membantu mengendalikan hama-hama yang membahayakan tanaman sehingga menimbulkan kerusakan pada tanaman," terangnya.

Sementara jenis agen hayati yang digunakan pada gerakan pengendalian yang dilakukan pada hamparan padi di Kelurahan Ngampel dan Kelurahan Gayam adalah menggunakan organisme jamur.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved