Berita Tulungagung
Sudah Dua Hari Tempat Karantina UIN Tulungagung Penuh, Kiriman Pasien Dari Puskesmas Ditolak
Pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membludak, dan membuat Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) UIN Tulungagung Penuh.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membludak, dan membuat Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) UIN Tulungagung Penuh.
Bahkan tempat karantina utama pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung ini tidak lagi menerima pasien baru selama dua hari.
“Sejak dua hari lalu penuh. Kiriman pasien dari Puskesmas dialihkan ke yang lain,” terang Direktur RSDC UIN Tulungagung, dr Heru Nurcahyono, Rabu (30/6/2021).
Lanjut Heru, ada harapan karena hari ini ada 40 pasien yang dipastikan keluar dari RSDC UIN Tulungagung.
Mereka adalah pada pasien yang telah melewati masa karantina.
Dengan demikian nantinya bisa dipakai oleh pasien baru yang akan masuk.
“Selain itu ada lima pasien klaster Madura yang menunggu hasil swab. Jika dinyatakan negatif, hari ini mereka juga keluar,” sambung Heru kepada TribunJatim.com.
RSDC UIN Tulungagung mempunyai kapasitas 136 tempat tidur.
Untuk mengantisipasi ledakan pasien, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan memanfaatkan Rusunawa MBR II Jepun.
Rusunawa MBR II ini sebelumnya dipakai untuk menampung para pekerja migran yang pulang dari luar negeri.
Mereka menjalani isolasi sementara di sini sebelum dipulangkan ke desa masing-masing.
Baca juga: Tulungagung Masuk Zona Oranye, Bupati Maryoto Birowo Ingatkan Risiko Pengetatan dan Buat Semua Susah
“Rusunawa MBR akan dimanfaatkan untuk tempat karantina. Sementara para pekerja migran dialihkan ke Puskesmas,” tutur Heru.
Lebih jauh Heru mengatakan, pasien dari klaster Madura menjadi perhatian khusus.
Sebab mereka terpapar virus varian delta yang dikenal lebih bandel dibanding varian sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tulungagungs-darurat-covid-19-uin-tulungagung.jpg)