Breaking News:

Berita Banyuwangi

Teknologi Bawah Air KRI Rigel Temukan Bangkai KMP Yunicee Dalam Kondisi Duduk

kapal survey riset dari Pusat Hidro - Oseonografi TNI Angkatan Laut, berhasil mendeteksi keberadaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang tenggelam

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Istimewa/Tribun Jatim Network
Komandan KRI Rigel-933 Letnan Kolonel Laut (P) Jaenal Mutakim (paling kiri), jelaskan terkait pencarian kapal penumpang KMP Yunicee yang terbalik dan tenggelam di Selat Bali, Rabu (30/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Teknologi bawah air multibeam echosounder milik KRI Rigel-933 salah satu unsur kapal survey riset dari Pusat Hidro - Oseonografi TNI Angkatan Laut, berhasil mendeteksi keberadaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang tenggelam saat hendak sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Selasa (29/6) malam.

KRI Rigel yang sejak awal tenggelamnya KMP Yunicee proaktif membantu melakukan evakuasi dan pencarian, menangkap gambar KMP Yunicee di kedalaman 72 hingga 78 meter di Selat Bali.

Gambar yang ditangkap oleh Echoshounder multibeam hampir sama dengan aslinya KMP Yunicee dalam posisi tidak terbalik.

Komandan KRI Rigel-933 Letnan Kolonel Laut (P) Jaenal Mutakim mengatakan, KMP Yunicee terpantau tenggelam dalam posisi tidak terbalik.

"KMP Yunicee berada di kedalaman 72 meter sampai 78 meter, panjang 55,3 meter, lebar 11,5 meter, tinggi 11,35 meter dari dasar laut. Jarak terdekat dari daratan 420 meter, atau kurang lebih 1,65 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Posisi kapal duduk, tidak terbalik. Kita ambil dalam 6 kali pendeteksian," ujar Jaenal kepada wartawan di Dermaga Tanjungwangi, Banyuwangi, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Terdeteksi KRI Rigel, Kerangka KMP Yunicee Ditemukan di Kedalaman 78 Meter di Bawah Permukaan Laut

Jaenal menjelaskan pencarian dan pendeteksian lokasi dilakukan sebanyak enam kali, karena karena terkendala arus kuat di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Yunicee. Itulah yang membuat KRI Rigel tidak mengeluarkan ROV untuk melakukan pendeteksian, namun menggunakan Echoshounder multibeam 2040.

"Kita lakukan sebanyak 6 kali karena arus yang kuat. Saat itu kami lakukan putar baling 8 sampai 10 knot, tapi yang keluar tenaga mesin hanya 1,5 knot, sehingga tidak menggunakan ROV karena kecepatan manuver ROV hanya 4 knot," jelas Letnan Kolonel Laut (P) Jaenal Mutakim kepada TribunJatim.com. .

KMP Yunicee akhirnya ditemukan sekitar pukul 01.30 WITA, atau hanya 5 jam setelah tenggelam di dasar laut.

TNI AL secara proaktif membantu pelaksanaan evakuasi KMP Yunicee setelah mendengar adanya musibah tersebut. TNI AL mengerahkan 2 KRI yakni KRI Rigel-933 dan KRI Soputan-923, serta KAL Rajekwesi, dengan personel dari Lanal Denpasar, Lanal Banyuwangi Posal Gilimanuk, dan Posal Pengambengan.

Berita tentang KMP Yunicee

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved