Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Lumajang

Apes, 4 Pemuda Mabuk di Lumajang Dikira Maling, Ternyata Salah Ambil Motor, Terlanjur Digebukin

Nasib apes dialami empat pemuda pengamen di Lumajang. Bagaimana tidak, gara-gara ulah salah satu temannya yang gagal fokus, keempat pemuda itu dituduh

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Tony H
Tangkapan layar video amatir ketika warga mengamankan 4 pengamen yang diduga kawanan maling motor. 

Reporter: Tony Hermawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Nasib apes dialami empat pemuda pengamen di Lumajang. Bagaimana tidak, gara-gara ulah salah satu temannya yang gagal fokus, keempat pemuda itu dituduh maling. Bahkan mereka tak luput dari amuk massa.

Kejadian bermula saat empat pemuda ini datang di kawasan Pasar Pasrujambe, dalam keadaan mabuk. Mereka datang ke pasar dengan mengendarai satu sepeda motor Honda Scoopy.

Setibanya di pasar mereka memarkirkan di tempat parkir lalu berkeliling bersama. Namun, saat sedang mengamen tiba-tiba salah satu seorang memisahkan diri dari rombongan. Dia berhenti di depan rumah warga.

Nahasnya, karena masih dalam kondisi pengaruh alkohol, dia malah menghampiri motor yang terparkir di depan rumah itu.
Kemudian dia berusaha menghidupkan secara paksa motor tersebut.

Ninik Muslifah yang melihat dari dalam rumah sempat menegur pemuda tersebut. Namun bukannya kabur, pemuda itu menjelaskan motor tersebut miliknya.

"Saya lihat dari dalam rumah dia datang bawa botol air. Botol plastik itu ditaruh di dasbord. Terus dia kayak mau nyalain gak bisa kemudian kayak mau dituntun. Saya keluar malah sempat tarik-tarikan sama saya," kata Ninik.

Rupanya penjelasan Ninik, tak bisa meyakinkan pemuda itu. Pemuda itu tetap ngeyel menuntun motor sampai sejauh 3 meter.

Mendengar suara ribut, tamu Ninik keluar rumah. Pemuda itu barulah menyadari motor tersebut bukan miliknya. Hanya model dan warna saja yang sama mirip dengan motornya.

"Saya jelasin ini bukan sepedamu mas, ini motor tamu. Pas tamu saya keluar dia kayak sadar minta maaf," ujarnya.

Namun, kegaduhan itu ternyata sudah mengundang perhatian tetangga Ninik. Warga sekitar yang melihat dari kejauhan mengira pemuda itu maling.

"Terus ada warga yang lihat langsung dipukuli. Karena ramai, malah banyak yang tahu terus pada datang mukuli. Terus teman-temannya nyusul malah dihajar juga," bebernya.

Melihat kejadian itu, perangkat Desa Pasrujambe mengamankan 4 pengamen itu ke balai desa setempat. Lantaran warga terus menghakimi akhirnya mereka diserahkan ke pihak polisi.

Setelah efek minuman keras hilang, baru lah mereka menceritakan kejadian sebenarnya.

"Setelah kami periksa tidak ada kunci T atau alat yang digunakan mencuri. Jadi dugaan sementara warga salah paham. Tapi ini masih kami periksa lagi," pungkas Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Fajar.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved