Berita Madura
Sambangi Warga Isolasi Mandiri, Forkopimda Bangkalan Terabas Licinnya Jalan dan Jembatan Kayu
Pemimpin itu ibarat urat nadi, harus merasakan kondisi warganya yang sedang sakit. Begitulah pesan yang selalu disampaikan Wakil Bupati Bangkalan peri
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: Ahmad Faisol I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Pemimpin itu ibarat urat nadi, harus merasakan kondisi warganya yang sedang sakit.
Begitulah pesan yang selalu disampaikan Wakil Bupati Bangkalan periode 2008-2013, KH Syafik Rofii (Kyai Syafik) dalam setiap gelar pelantikan para kepala desa terpilih di Pendapa Wakil Bupati.
Ungkapan bijak itu hampir menjadi rutinitas Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif), di saat kondisi Bangkalan dalam cengkeraman pandemi Covid-19.
Bersama Forkopimda Bangkalan, Ra Latif beberapa kali hadir menemui masyarakatnya yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Terakhir, Ra Latif bersama Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino dan Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad melanjutkan rutinitas sambang rumah sebuah keluarga di Desa/Kecamatan Geger yang tengah menjalani isolasi mandiri, Jumat (9/7/2021).
Ketiga pucuk pimpinnan itu melesat dari mapolres di tengah Kota Bangkalan diguyur hujan lebat.
“Kami ingin masyarakat merasakan, ada pemerintah hadir. Di sana (Kecamatan Geger) ada klaster keluarga yang tengah menjalani isolasi mandiri,” ungkap Ra Latif kepada Surya ( TribunJatim.com grup).
Setiba di lokasi, ketiga pucuk pimpinan itu tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Di tengah gerimis, mereka harus berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter, melintasi jembatan kayu, hingga menerabas jalan-jalan setapak yang kondisinya licin karena genangan air hujan.
Ra Latif menjelaskan, walaupun hanya sebatas memberikan bantuan paket sembako dan vitamin yang nilainya tidak seberapa, namun kehadiran dirinya bersama AKBP Alith dan Muhammad Fahad setidaknya bisa memantau secara langsung kondisi masyarakat yang turut andil untuk patuh dan disiplin menjalani isolasi mandiri.
“Kami tidak akan lelah, sekali lagi kami ingin masyarakat bisa merasakan bahwa kami (pemerintah) ada meski hanya melalui bntuan sembako. Alhamdulillah, tinggal satu anggota keluarga yang masih pemulihan. Anggota keluarga yang lain sudah senbuh,” jelasnya.
Kepada masyarakat Bangkalan, Ra Latif berpesan agar tidak perlu merasa takut untuk memeriksakan diri secara dini ke puskesmas-puskesmas setempat atau ke rumah sakit apabila ada keluhan.
“Entah itu sakit apapun, paling tidak ada penanganan sejak awal. Asumsi ataupun stigma di-covid-kan pelan-pelan harus hilang dari masyarakat. Secara logika, tidak mungkin tenaga kesehatan meng-covid-kan dirinya sendiri,” pungkasnya.
Selain ke Desa/Kecamatan Geger, rombongan Ra Latif juga mengunjungi rumah keluarga lainnya di Desa Kombengan, Kecamatan Geger yang juga tengah menjalani isolasi mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jalan-licin-dan-jembatan-kayu-harus-dilewati-forkopimda-bangkalan.jpg)