Berita Blitar

Oksigen Langka, Peternak Ikan Koi di Blitar Khawatir Tak Bisa Kirim ke Luar Kota

Kelangkaan oksigen juga membuat para peternak ikan koi di Kota Blitar cemas. 

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/samsul hadi
Pekerja di peternakan ikan koi milik Muhammad Safi'i di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, sedang memasukan oksigen ke kantong plastik berisi ikan yang akan dikirim ke pelanggan. 

Reporter: Samsul Hadi I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kelangkaan oksigen juga membuat para peternak ikan koi di Kota Blitar cemas. 

Para peternak ikan koi khawatir tidak bisa kirim ikan koi jika tidak mendapatkan pasokan oksigen

Seperti diungkapkan Muhammad Safi'i (52), peternak ikan koi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Minggu (11/7/2021). 

Safi'i mengatakan kebutuhan oksigen juga mutlak bagi para pembudidaya ikan koi.

"Kebutuhan oksigen mutlak, karena untuk pengambilan ikan dari kolam sawah dibawa di kolam rumah. Selain itu, untuk pengiriman ikan juga butuh oksigen," kata pria yang sudah lima tahun berternak ikan koi itu. 

Safi'i mendapat kabar pasokan oksigen bagi para peternak ikan koi di Blitar mulai langka. Terutama peternak di Blitar wilayah utara seperti Nglegok. 

Para peternak ikan koi di wilayah utara sudah kesulitan mengisi ulang oksigen.

"Kalau oksigen langka dampaknya fatal bagi peternak ikan koi. Karena oksigen dibutuhkan untuk pengiriman ikan. Dengan oksigen pengiriman ikan bisa selamat sampai tujuan," ujarnya. 

Safi'i sendiri membutuhkan dua tabung oksigen kapasitas 5 kilogram tiap bulannya. 

Kebutuhan oksigen paling banyak untuk pengiriman ikan koi ke luar kota.

Kebetulan, stok oksigen di tempat peternakan ikon koi milik Safi'i masih ada untuk kebutuhan hingga akhir Juli 2021.

Safi'i berusaha menghemat pemakaian oksigen agar tetap bisa kirim ikan koi ke pelanggan di luar kota. 

"Sekarang situasi ekonomi sulit seperti ini. Ditambah lagi tidak bisa kirim karena kelangkaan oksigen. Bisa dibayangkan sekitar 5.000 petani ikan koi di Blitar tidak ada perputaran uang dan siapa yang bertanggungjawab," katanya. 

Untuk itu, Safi'i berharap, dalam situasi sekarang ini, masih ada alokasi oksigen bagi para peternak ikan koi, khusunya di Blitar. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved