Breaking News:

Berita Banyuwangi

Covid-19 Masih Tinggi, Forkopimda Banyuwangi Lakukan Sejumlah Langkah Strategis

Mobilitas warga Banyuwangi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Darurat menurun cukup signifikan.

Penulis: Haorrahman | Editor: Januar Adi Sagita
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, dan perwakilan Lanal Banyuwangi menggelar rapat bersama Satgas Covid-19 Banyuwangi 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI-Mobilitas warga Banyuwangi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Darurat menurun cukup signifikan. 

Hal tersebut berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dan Satgas tingkat kabupaten dan kota se-provinsi paling selatan Pulau Jawa, Minggu (11/7/2021).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19  Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menuturkan, penurunan mobilitas warga di Jawa Timur, termasuk Banyuwangi mencapai 10 hingga 20 persen dibandingkan sebelum PPKM Darurat.

"Berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin Menko Luhut terhadap peta Jatim, khususnya terkait mobilitas warga, ada intensitas penurunan mobilitas sebesar 10-20 persen, ada di zona merah," ujarnya, Senin (12/7/2021). 

Sebelumnya, berdasar hasil evaluasi Menko Marves pada 7 Juli 2021 lalu, Banyuwangi dinilai kurang berhasil menurunkan pergerakan warganya selama PPKM Darurat sehingga masuk black zone (zona hitam).

Banyuwangi kini masuk kategori zona merah indeks komposit gabungan yang menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum. Zona merah ini lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur yang hingga Minggu masih masuk zona hitam. 

“PPKM Darurat bukan melarang mobilitas semua masyarakat, namun melakukan pembatasan demi menekan potensi penularan Covid-19,” tambah Ipuk.

Sejak PPKM Darurat diterapkan di Banyuwangi pada 3 Juli lalu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melakukan sejumlah penyekatan di pintu masuk dan keluar Kota Banyuwangi. Selain itu, sejumlah kebijakan lain diterapkan, seperti penutupan ruang terbuka hijau (RTH), tempat hiburan, sejumlah ruas jalan, dan sebagainya.

Baca juga: 126 Relawan Jadi Sopir Ambulance di Surabaya, Siap Operasi 24 Jam

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Banyuwangi yang juga Kapolresta BanyuwanginAKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, rencananya pihaknya akan menambah jumlah ruas jalan yang dilakukan penyekatan. Penambahan penyekatan akan dilakukan di selatan kota Banyuwangi

“Sebelumnya, selain di titik perbatasan kami juga melakukan penyekatan di pusat mota. Rencana, akan segera dilakukan penyekatan di dua atau tiga titik di wilayah selatan,” tambahnya. 

Pihaknya berharap, masuknya Banyuwangi menjadi zona merah indeks komposit gabungan yang menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum, memberikan motivasi Banyuwangi untuk lebih baik lagi menekan angka Covid-19

“Ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik dalam waktu satu pekan ini,” pungkas Nasrun. (Haorrahman)

Kumpulan berita Banyuwangi terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved