Berita Surabaya
Bagi-Bagi Sembako, Satpol PP Surabaya Sosialisasi PPKM Darurat Lewat Cara Humanis
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya terus mengedukasi warga tentang regulasi PPKM Darurat. Menariknya, edukasi dilakukan dengan human
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya terus mengedukasi warga tentang regulasi PPKM Darurat. Menariknya, edukasi dilakukan dengan humanis.
Misalnya, saat mengedukas pedagang kaki lima (PKL). Satpol PP Surabaya juga memberikan bantuan sembako kepada para PKL itu.
Bantuan ini berasal dari iuran serta sumbangan semua personel Satpol PP Kota Surabaya. Ini diberikan saat satpol PP bertemu para pedagang PKL.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto menjelaskan terobosan ini dilakukan berjalan seiring dengan pendekatan sanksi. Sebab, pihaknya menilai pendekatan sanksi tak efektif menekan pelanggaran.
Sebelumnya, dalam menegakkan peraturan PPKM Darurat, ada berbagai upaya dilakukan. Di antaranya, juga memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar.
Misalnya, sanksi peringatan hingga tindakan tegas bagi pelanggar PPKM Darurat. Termasuk, penyitaan alat peraga mereka seperti kursi dan barang-barang lainnya.
Namun, kesadaran mereka tentang PPKM Darurat ini seakan tidak berubah. “Akhirnya, kami bertindak lebih humanis saat mengedukasi warga," kata Eddy, Kamis (15/7/2021).
Sembako yang diberikan terdiri beras, telur, dan minyak goreng. Sembako yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Para penjual koran dan juga warga yang jualan masker dengan sepedaan juga kami beri bantuan,” kata Eddy melanjutkan.
Tak sendiri, Satpol-PP bergerak bersama BPB Linmas dan Garnisun Tetap III Surabaya. Mereka menyasar warga di sekitar jalan Undaan, Kedungdoro, Pandegiling, Manyar dan juga Dharmahusada.
Eddy melanjutkan, inilah bentuk empati dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Satpol PP Kota Surabaya. Terutama, perasaan pelaku ekonomi mikro seperti para PKL.
Para PKL diharapkan lebih sadar. Pemerintah hadir melalui PPKM darurat bukan bertujuan mengurangi penghasilan.
Namun, bertujuan hanya untuk kesehatan. Memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Nampaknya, mereka itu lebih tersentuh hatinya untuk mentaati larangan dan semua peraturan dalam PPKM Darurat," katanya.
Selama PPKM darurat, para pedagang memang dilakukan sejumlah pembatasan. "Termasuk, tidak menyediakan tempat makan di tempat, dan itu yang kami harapkan,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/satpol-pp-kota-surabaya-terus-mengedukasi-warga-soal-regulasi-ppkm-darurat.jpg)