Breaking News:

Berita Kota Kediri

Warga Kediri yang Isoman Meninggal di Rumah, BPBD dan Satpol PP Bersinergi Jemput Jenazah Covid-19

Warga Kota Kediri yang jalani isolasi mandiri (isoman) meninggal di rumah, BPBD dan Satpol PP bersinergi menjemput jenazah Covid-19.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Tim sinergi Satpol PP dan BPBD Kota Kediri yang bertugas, menjemput jenazah Covid-19, Jumat (16/7/2021). Warga tersebut meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri mengerahkan semua sumber daya untuk mengatasi berbagai persoalan menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 (virus Corona) di Kota Kediri.

Beberapa permasalahan yang muncul di antaranya, warga yang jalani isolasi mandiri (isoman) meninggal di rumahnya.

Penjemputan jenazah terkonfirmasi Covid-19 ini tidak lagi mengandalkan personel Dinas Kesehatan Kota Kediri. 

Sinergitas personel BPBD dan Satpol PP Kota Kediri ini terlihat saat menjemput jenazah warga Kelurahan Banjaran yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya, Jumat (16/7/2021).

Dari rumah duka, tim yang beranggotakan 4 orang menuju RSUD Gambiran untuk menyerahkan jenazah guna dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai protokol kesehatan jenazah Covid-19.

Tim sinergi BPBD dan Satpol PP Kota Kediri ini bertugas di Ruang Isolasi Mandiri Terpusat di Balai Latihan Keterampilan (BLK) Kota Kediri.

Melalui Call Center BPBD Kota Kediri, tim sinergi ini siaga 24 jam menerima panggilan untuk membantu penjemputan jenazah.

Plt Kepala BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh menjelaskan, personelnya menjadi support system Dinas Kesehatan. Begitu menerima tugas langsung berangkat. 

Baca juga: Hindari Kerumunan, Warga Penerima Manfaat di Kota Kediri Cukup Menunggu di Rumah untuk Dapatkan BST

"Tim kami berisi 4 orang terdiri dari 2 orang Satpol PP dan 2 orang BPBD Kota Kediri akan turun ke lapangan,” jelasnya.

Tim penjemputan ini telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) berupa pakaian hazmat, masker, goggles, dan sepatu boot serta berangkat menggunakan armada ambulans dari bantuan relawan.

Imam Safi’i, personel Satpol PP Kota Kediri yang ikut dalam tim penjemputan jenazah, mengatakan, rasa kemanusiaan dan bangga pun bertumbuh ketika dapat saling membantu sesama dalam penjemputan jenazah Covid-19.

Imam merasakan hal yang berbeda dengan pengalaman barunya menjemput jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19.

“Saya hari ini merasa terenyuh. Ketika keluarga dan tetangga tidak bisa mendekati jenazah, kami dapat membantu mengantarkan jenazah tersebut agar mendapat pemulasaraan dengan baik di RSUD Gambiran,” jelasnya.

Data Sekretariat tim sinergi BPBD Kota Kediri dan Satpol PP, selama sepekan telah menjemput jenazah terbanyak dalam sehari mencapai 6 titik penjemputan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved