Breaking News:

Berita Sidoarjo

Pembahasan Raperda Pengelolaan Sampah di Sidoarjo Mandek karena Belum Kunjungan Kerja

Pembahasan Raperda Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Persampahan di Sidoarjo mandek karena belum kunjungan kerja ke Surabaya.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Ilustrasi sampah - Pembahasan Raperda Pengelolaan Sampah di Sidoarjo Mandek karena Belum Kunjungan Kerja. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sejak beberapa waktu lalu, Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo sepakat untuk membuat peraturan daerah (perda) tentang Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Persampahan di Sidoarjo.

Setelah melalui serangkaian pembahasan, DPRD Sidoarjo kemudian membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti rencana pembuatan perda ini. Pansus bertugas menyiapkan sejumlah hal demi raperda tersebut.

Sayangnya, belakangan ini kinerja mereka terhenti. Alasannya rencana pansus melakukan kunjungan kerja (kunker) atau studi banding terkait penanganan sampah di Surabaya sejauh ini belum bisa terealisasi.

"Sudah sejak akhir bulan Mei 2021 lalu kami merencanakan studi banding ke Surabaya. Namun, karena kondisi pandemi dan penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan, rencana tersebut belum bisa terealisasi," kata Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sampah DPRD Sidoarjo, Haris, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, pansus masih menunggu kabar dari Surabaya.

Mereka sejauh ini belum bisa memberikan waktu terkait itu, sehingga pansus belum dapat melakukan kunjungan ke Surabaya untuk keperluan pembahasan raperda.

Dalam pembahasan raperda ini, Haris menyebut, studi banding ke Surabaya sangat penting karena kota tetangga itu sudah berhasil mengelola sampah dengan baik. Seperti pengelolaan sampah yang ada di Benowo, di sana sampah dikelola menjadi energi listrik. Bahkan peresmiannya diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Ruang Kelas Sekolah di Sidoarjo Disulap Jadi Shelter Isolasi Pasien Covid-19, Khusus Gejala Ringan

"Makanya diputuskan untuk studi banding ke sana, agar pansus bisa mendapatkan referensi terbaik dalam merumuskan raperda ini," ujar politisi PAN tersebut.

Raperda itu sendiri, sengaja disiapkan untuk menangani persoalan sampah di Sidoarjo yang selama bertahun-tahun tak kunjung terselesaikan. Termasuk dalam penanganan sampah di rumah-rumah warga, sistem retribusinya, hingga penanganan sampah di TPA, dan sebagainya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved