Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkab Ponorogo: Rumah Sakit Tak Boleh Tarik Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menanggung biaya pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 sesuai Perbup nomor 70 tahun 2021 terkait mekanisme pembayaran pas

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 BPBD Ponorogo melaksanakan tugas. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pemerintah Kabupaten Ponorogo menanggung biaya pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 sesuai Perbup nomor 70 tahun 2021 terkait mekanisme pembayaran pasien Covid-19.

Jika sebelumnya hanya pasien yang meninggal di rumah sakit, kini biaya pemulasaraan pasien Covid-19 yang meninggal di luar rumah sakit juga akan ditanggung Pemkab Ponorogo.

Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengatakan Perbup tersebut mulai berlaku 7 Juli 2021.

"Saya akan minta data 7 Juli kedepan akan kita proses dan 2 Minggu sekali kita cairkan agar tidak terlalu menumpuk," kata Agus, Kamis (22/7/2021).

Dengan adanya kebijakan tersebut, Agus tidak ingin ada tim pemakaman dari rumah sakit manapun yang meminta dana pemulasaraan ke keluarga jenazah pasien Covid-19.

"Akan kita ganti per 7 juli, tinggal klaim ke Dinkes, ini merupakan solusi, diskresi dari pak bupati," jelasnya.

"Saya juga sudah telepon ke direktur RS agar tidak menarik (biaya pemulasaraan) dari masyarakat," lanjut Agus.

Agus mengatakan besaran pengganti biaya pemulasaraan adalah sebesar Rp 3.360.000.

"Saya rasa tidak ada yang biaya pemulasaraannya lebih dari angka segitu. Angka 3 juta itu sudah bagus dan include semua," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved