Berita Sidoarjo
Dewan Gemas Melihat Langkah Pemkab Sidoarjo Tangani Covid-19, 'Bansos Bukan Asal Sebar Bantuan'
Anggota DPRD Sidoarjo mengkritik kinerja Pemkab Sidoarjo dalam penanganan pandemi virus Corona. Minta Dinas Sosial perbaiki sistem distribusi bansos.
Penulis: M Taufik | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Sejumlah anggota DPRD Sidoarjo mengkritik kinerja Pemkab Sidoarjo dalam penanganan pandemi virus Corona ( Covid-19 ). Mulai dari penangana pasien, infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga kinerja terkait penanganan warga terdampak pandemi.
Bangun Winarso, Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mengaku gemas melihat langkah Dinas Sosial dalam penyaluran bantuan sosial.
Utamanya setelah dia mendapat laporan bahwa warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) justru tidak mendapat jatah bantuan pada gelombang dua dan tiga.
“Padahal mereka yang sedang sangat membutuhkan. Asupan gizi, vitamin, dan sebagainya. Kok malah ditaruh belakangan. Harusnya kan jadi prioritas,” ujar politisi PAN tersebut.
Baca juga: Sidoarjo Dapat Bantuan 830 Ton Beras dari Pemerintah Pusat, Penyaluran pada Warga Dilakukan Bertahap
Pihaknya meminta, Dinas Sosial memperbaiki sistem pendistribusian bansos ini. Serta meminta agar pemerintah benar-benar menyalurkan bantuan kepada warga yang berhak. Bukan asal menyebarkan bantuan saja.
Kritik lain juga muncul dari Zahlul Yussar. Politisi Partai Demokrat itu meminta Pemkab Sidoarjo menyiapkan sarana pendampingan warga yang menjalani isoman secara online.
Tujuannya supaya pasien yang menjalani isolasi mandiri bisa terpantau sepanjang waktu, dan mereka juga bisa dengan mudah jika sewaktu-waktu membutuhkan tenaga medis.
“Jangan sampai, mereka sedang menjalani isoman tapi tidak tahu harus berbuat apa selama di tempat karantian. Kan kasihan,” kata Zahlul.
Kritikan juga datang dari politikus PKS Aditya Nindyatman. Dia menyoroti peran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo yang sejauh ini terkesan kurang maksimal dalam penanganan pandemi covid-19.
“Sebagai intitusi yang bidangnya fokus untuk penanggulangan bencana, harusnya bisa dilibatkan secara massif dalam banyak hal. Seperti pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan saat penanggulangan bencana, ketersediaan oksigen, isi ulang, tempat isolasi, dan berbagai hal lain,” kata Adit.
Baca juga: Bekerja Sama dengan Dinkes, Alfamart Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Ratusan Pegawai di Sidoarjo
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi menerangkan bahwa bantuan sosial yang dikucurkan untuk tahap pertama baru sekira 35.000 paket. Sementara stok yang disiapkan ada sekira 100.000 paket.
“Itu juga bantuan yang akan mengcover warga isoman yang belum terdata di tahap pertama,” jawabnya.
Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman, tingkat kematian pasien Covid - 19 di Sidoarjo terbilang memprihatinkan. "Per 22 Juli, yang meninggal di angka 50 sampai 60 perhari," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tumpukan-beras-bansos-untuk-pemegang-kartu-sahabat-siap-dibagikan-kepada-masyarakat-kota-kediri.jpg)