Breaking News:

Berita Trenggalek

Sejak PPKM Darurat, Pengelola Terminal Trenggalek: Tak Ada yang Melanggar Aturan Perjalanan

Pengelola Terminal Tipe A Surodakan Kabupaten Trenggalek mengklaim tidak ada sopir, crew, atau penumpang bus yang melanggar aturan perjalanan sejak Pe

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Petugas gabungan dari pengelola terminal, dishub, dan kepolisian saat memeriksa bus yang akan berangkat dari Terminal Tipe A Surodakan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Pengelola Terminal Tipe A Surodakan Kabupaten Trenggalek mengklaim tidak ada sopir, crew, atau penumpang bus yang melanggar aturan perjalanan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga saat ini.

Aturan yang dimaksud merujuk pada Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan 34/2021 yang mengatur tentang perjalanan orang via transportasi darat pada masa pandemi Covid-19.

Korsatpel Terminal Tipe A Surodakan Oni Suryanto mengatakan, pihaknya rutin menggelar pemeriksaan saban hari di terminal sejak SE tersebut berlaku awal pelaksanaan PPKM darurat.

“Kami setiap hari, sesuai SE, memeriksa orang yang perjalannya memakai angkutan bus, operator bus, dan krew bus yang melaksanakan perjalanan lebih dari 250 kilometer (km) dan lebih dari 4 jam. Harus ada surat keterangan hasil rapid test antigen dan pernah divaksin,” kata Oni, Senin (26/7/2021).

Hasil dari pemeriksaan itu, kata dia, belum ada temuan pelanggaran. Baik oleh sopir, krew, maupun penumpang bus.

Ia menyebut, mereka yang berangkat dari terminal di Trenggalek memenuhi syarat seperti yang diatur dalam SE tersebut.

Oni mengatakan, pihaknya juga sempat menggelar pemeriksaan di jalan nasional Trenggalek-Tulungagung.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh petugas terminal, dishub, dan Satlantas Polres Trenggalek.

“Hasil pemeriksaan di lapangan juga menunjukkan bahwa semua syarat terpenuhi,” tutur dia.

Di sisi lain, pengetatan aturan sejak PPKM Darurat juga membuat aktivitas di Terminal Surodakan menurun drastis.

Jumlah bus yang berangkat dari terminal itu menurun sekitar 50 persen sejak PPKM darurat diterapkan. Sebelumnya, jumlah bus yang berangkat dalam sehari bisa mencapai di atas 70 kali.

“Selama PPKM darurat, jumlah yang berangkat berkisar di 30 atau 40-an kendaraan sehari,” sambung dia.

Jumlah penumpang yang naik dari Terminal Surodakan menurun lebih drastis. Sebelumnya, jumlahnya bisa mencapai 400 penumpang sehari. Tapi sejak PPKM darurat hingga sekarang, jumlah penumpang berkisar puluhan hingga seratusan orang saja.

“Sehingga kondisinya sejak PPKM darurat hingga saat ini, terminal lebih sepi. Kondisinya jauh apabila dibanding dengan kondisi sebelum penerapan PPKM darurat,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved