Berita Surabaya

Baliho Puan Maharani Dicoret-coret, PDIP Surabaya Lapor Polisi: Tidak Bisa Dibiarkan

Tidak terima baliho Ketua DPP PDIP Puan Maharani dirusak di Surabaya, PDIP Kota Surabaya memilih melapor ke Polrestabes Surabaya, Senin (26/7/2021). S

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Pengurus PDIP Surabaya saat melaporkan aksi vandalisme berupa perusakan baliho Ketua DPR RI Puan Maharani di Polrestabes Surabaya, Senin (26/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tidak terima baliho Ketua DPP PDIP Puan Maharani dicoret-coret di Surabaya, PDIP Kota Surabaya memilih melapor ke Polrestabes Surabaya, Senin (26/7/2021). Sejumlah baliho Ketua DPR ini menjadi korban vandalisme.

Mulai dari menyemprot baliho Puan Maharani dengan cat minyak, sejumlah baliho lain yang mengajak disiplin protokoler kesehatan (Prokes) juga di rusak. Baliho-baliho itu tersebar di sejumlah titik di Surabaya.

"Itu properti partai kami. Tidak bisa dibiarkan. Saya harap polisi menangkap dan memproses hukum pelaku vandalisme ini," kata Riswanto, Ketua PAC PDIP Bulak Surabaya selaku pelapor. 

Pengaduan tersebut dilayangkan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDIP Kota Surabaya. Turut mendampingi, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Purwadi. 

Mereka diarahkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. Riswanto, selaku pelapor mengetahui aksi vandalisme pada Sabtu 24 Juli 2021 malam. 

Vandalisme dilakukan dengan menuliskan cat semprot  ke sejumlah baliho bergambar Puan Maharani. Ada juga baliho yang dirusak. 

PDIP Surabaya saat melapor itu juga menghadirkan saksi-saksi Arif Wirawan (kader PDIP), Agus Basuki (Ketua PAC PDIP Mulyorejo) dan Sunardi (Sekretaris PAC PDIP Gubeng).

PDIP Kota Surabaya juga membawa alat bukti sejumlah baliho yang telah dicoret-coret dengan cat minyak. “Barang bukti kami ambil di sejumlah titik lokasi,” kata Tomuan Sugiarto, advokat dari BBHAR DPC PDIP Kota Surabaya.

Baliho-baliho Puan Maharani yang dirusak, di antaranya yang memakai masker dan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menjaga imun tubuh. Pesan-pesan dalam baliho itu untuk mendukung kampanye taat Prokes.

“Atas kasus itu, kami tempuh jalur hukum. Kami percaya polisi untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Menurut Adi, Puan Maharani adalah figur penting nasional saat ini. Sebagai Ketua DPR-RI, Puan aktif turun ke berbagai daerah untuk menangani pandemi Covid-19.

“Sebagai Ketua DPR-RI adalah wajar jika Ibu Puan Maharani menyampaikan pesan-pesan melalui alat peraga, seperti baliho, yang memperkuat kampanye disiplin protokol kesehatan. Sekaligus membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19,” kata Purwadi, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved