Berita Surabaya
Sudah Ada Parkir Digital, Tapi Pengunjung Wisata Jalan Tunjungan Masih Pakai Uang Tunai untuk Bayar
Pembayaran Parkir Digital bagi para pengunjung di Kawasan Wisata Tunjungan,Kota Surabaya, ternyata hanya menjadi
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Di kawasan wisata Tunjungan, Surabaya, pembayaran parkir digital masih menjadi pilihan kedua, sementara mayoritas pengunjung tetap memilih pembayaran tunai.
- Alasan utama penggunaan tunai adalah kebiasaan, kepraktisan, tidak perlu membuka aplikasi, serta kendala teknis seperti sinyal internet dan keterbatasan akses mobile banking.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembayaran Parkir Digital bagi para pengunjung di Kawasan Wisata Tunjungan,Kota Surabaya, ternyata hanya menjadi pilihan kedua.
Mereka punya alasan tersendiri yang menempatkan pembayaran digital, dan memilih menempatkan sebagai alternatif, atau pendamping pembayaran secara tunai.
Seorang pengunjung kawasan wisata Tunjungan asal Dukuh Pakis, Muhammad Fachrul Misbah, mengaku memilih membayar parkir menggunakan uang tunai, karena faktor kebiasaan.
“Saya ke mana mana selalu membawa uang receh dari rumah. Salah satu keperluannya buat bayar parkir,” ujar Fachrul, di sela sela kegiatannya di Kawasan Wisata Tunjungan, Jumat (17/4/2026).
Dirinya hanya memakai pembayaran parkir digital menggunakan Scan Qris, jika kehabisan uang receh.
“Cuma buat opsi kedua saja. Rata rata kalau bayar parkir saya pakai uang tunai. Kalau lewat Scan Qris, harus mengeluarkan Smartphone, buat membuka aplikasi,” tuturnya.
Baca juga: Juru Parkir di Surabaya Masih Setengah Hati Terapkan Digitalisasi, Malah Minta Bagian Lebih Banyak
Meski demikian, pemuda berusia 24 tahun tersebut, menyambut positif kebijakan pemerintah, menerapkan pembayaran parkir digital.
“Melalui pembayaran digital, tidak ada parkir liar. Juru Parkir terdaftar dan transparansi. Namun begitu, pemerintah lebih memperhatikan lagi menerapkan kebijakan tersebut. Mengingat, tidak semua orang punya M Banking, khususnya orang tua,” ucapnya.
Pengunjung Kawasan Wisata Tunjungan lain, Angel (23), juga menganggap, pembayaran parkir menggunakan uang tunai lebih mudah.
“Pernah memakai pembayaran parkir digital, butuh sinyal internet. Kalau pakai uang tunai cepat. Sempat ada kekhawatiran kalau pembayaran digital ada orang tak bertanggung jawab, yang bisa memanipulasi kode Qris,” ucap Angel, warga Kota Surabaya.
“Harapan saya kebijakan pembayaran lebih dimatangkan, lebih dirapikan. Saya mendukung kebijakan tersebut karena sekarang teknologi terus berkembang,” tutup Angel.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Harga Rusunami Ngagel Surabaya, Dijual Mulai dari Rp 160 Juta, Simak Cara Mendapatkannya |
|
|---|
| Harga BBM Meroket, Antrean di Sejumlah SPBU di Surabaya Terlihat Seperti Biasa |
|
|---|
| Sudah Waktunya Domino Naik Kelas Jadi Olahraga Adu Strategi, HGI Dorong Gerakan Mind Sport Nasional |
|
|---|
| Maling Motor di Surabaya Utara Diciduk Polisi, Pelaku Sempat Pulang Kampung |
|
|---|
| Fokus Keselamatan Bayi, PUI-PT CoE-PSQ Unair dan Puskesmas Kalijudan Gelar Workshop Pemberdayaan Ibu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/MENGATUR-KENDARAAN-Seorang-petugas-juru-parkir-di-Jalan-Tanjung-Anom.jpg)