Breaking News:

Berita Tuban

Mensos Risma Tanya Soal Bunga BPNT di Tuban, Begini Penjelasan Bupati Lindra Setelah Evaluasi

Terkait bunga BPNT di Tuban yang ditanyakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Begini penjelasan Bupati Aditya Halindra Faridzky.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/M Sudarsono
Menteri Sosial, Tri Rismaharini didampingi Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, marah saat mengecek penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Sabtu (24/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pemerintah Kabupaten Tuban menindaklanjuti temuan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, saat sidak keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Sabtu (24/7/2021).

Temuan Mensos Risma, bantuan bagi KPM yang seharusnya cair langsung tiga bulan sejak Juli-September, namun hanya cair Juli-Agustus.

Pencairan pada September jadi pertanyaan besar bagi Risma, ke mana uangnya.

Tak hanya itu, harga beras KPM juga dinilainya sangat mahal yaitu Rp 11 ribu per kilogram untuk jenis premium.

Menurut Risma, harusnya untuk KPM beras medium seharga Rp 9 ribu per kilogram sudah cukup.

Bahkan, mantan Wali kota Surabaya itu mengkalkulasi bantuan KPM Rp 200 ribu per bulan, jika dikalikan jumlah KPM di Tuban sekitar 80 ribu. Berapa itu bunganya?

Baca juga: Kabupaten Tuban Kembali Zona Orange Covid-19, Satgas Ingatkan Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky akhirnya buka suara atas evaluasi pihak terkait yang dilakukan pada Minggu dan Senin.

Pertama terkait indikasi kaitannya bunga, ternyata BNI menggunakan sistem e wallet yang di dalamnya ada kuota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved