Breaking News:

Berita Magetan

Pedagang Magetan Kibarkan Merah Putih Simbol Tak Menyerah Lawan Covid, Polres Langsung Bagi Sembako

Tetep survive ditengah pandemi Covid+19, bahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kabupaten Magetan menunjukan perlawan terhadap pandemi dengan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana bersama personilnya membantu warga PKL Totok, Maospati, Kabupaten Magetan, memasang bendera merah putih. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tetep survive di tengah pandemi Covid-19, bahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kabupaten Magetan menunjukan perlawan terhadap pandemi dengan memasang Sang Saka Merah Putri secara sukarela, lebih dini dari tahun sebelumnya peringatan HUT RI.

Karenanya Polri Resor Magetan merespon dengan membagikan satu paket sembako kepada para PKL yang dengan kompak memasang bendera merah putih sebagai lambang Heroisme warga memerangi pandemi Covid-19 ini.

Selain memasang bendera merah putih, mereka juga tetep mematuhi dan mengedepankan protokol kesehatan (Prokes). Karena dengan mentaati Prokes untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 versi delta yang lebih ganas dari sebelumnya.

PKL yang terlihat serentak memasang bendera merah putih diperlihat PKL di pertigaan Totok atau pertigaan ke arah Pintu Barat Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Pemasangan bendera merah putih secara sukarela ini sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara. Dan penghargaan terhadap pahlawan yang telah berjasa memerdekakan RI,"kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana kepada Surya, Senin (2/8).

Dikatakan Festo, pengibaran bendera merah putih oleh PKL di kawasan pertigaan Totok ini membuat Polres tergerak membagi bagikan sembako kepada seluruh PKL di kawasan patung tiga penerbang ini.

Kapolres menyadari ditengah tengah pandemi ini, para PKL dalam situasi prihatin. Pendapatannya dipastikan juga turun akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan kondisi ini.

"Tapi mereka para PKL ini juga cari penghidupan. Namun kami himbau agar tetep melakukan prokes. Kalau pembeli dibawa pulang lebih baik. Kalau pun makan di warung secukupnya saja jangan lama lama seperti hari hari sebelum pandemi,"kata Festo.

Baca juga: Panitera PA Surabaya Ungkap Angka Perceraian Turun, Simak Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian

Diungkapkan Kapolres Festo, sembako yang dibagikan untuk PKL,  Grab dan ojek konvensional ada sebanyak 56 ton untuk berasnya saja, sedang lain lain seperti telur, minyak goreng, mie instant, tepung terigu, lebih dari berat beras.

"Mudah mudah bantuan ini bisa meringankan, kendati sebentar. Ini bentuk kepedulian kami. Semoga bermanfaat di masa pandemi ini,"pungkas Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved