Berita Sidoarjo
Petinggi Partai Gerindra Desak Evaluasi Pelaksanaan PPKM di Sidoarjo, BHS: Ini Sangat Penting
Petinggi Partai Gerindra mendesak evaluasi pelaksanaan PPKM di Sidoarjo, BHS: Ini sangat penting. Sujayadi bahkan menyebut pemkab lamban menangani.
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Politisi senior Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan pengurus DPC Partai Gerindra Sidoarjo mendesak Pemkab Sidoarjo untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Sidoarjo, untuk memutus penyebaran Covid-19 (virus Corona).
“Pemerintah perlu melakukan evaluasi, apakah PPKM benar-benar efektif dalam menekan penyebaran Covid-19,” kata BHS di sela kegiatan penyemprotan disinfektan di Pondok Jati, Rabu (4/8/2021).
“Tentang bagaimana efek pembatasan mobilitas, dan berbagai dampak lainnya semua perlu dievaluasi. Ini sangat penting, karena banyak warga yang mengeluh,” tambahnya.
Mantan anggota DPR RI itu mengaku khawatir, semakin panjang pelaksanaan PPKM akan membuat warga semakin banyak yang stres, imunnya turun, dan ujungnya malah terpapar Covid-19.
“Jujur saja, kalau harapan kami PPKM sudah tidak diperpanjang lagi setelah tanggal 9 Agustus nanti. Kasihan masyarakat. Tapi pemerintah juga harus mengevaluasi dan memikirkan matang-matang penanganan pandemi ini,” imbuh dia.
Tak jauh beda dengan pernyataan Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Sujayadi. Bahkan dia menilai gerakan Pemkab Sidoarjo dalam penanganan Covid-19 ini kurang maksimal.
“Cenderung lamban. Buktinya, beberapa kali PPKM diperpanjang tapi penyebaran Covid-19 terus meningkat. Banyak warga kesulitan cari rumah sakit, oksigen dan sebagainya,” kata dia.
Pihaknya mendorong, pemkab bisa memaksimalkan semua puskesmas dan puskesmas pembantu untuk shelter pasien Covid-19, serta memfungsikan kembali MPP untuk perawatan pasien seperti saat PSBB dulu. Bukan sekadar beberapa shelter yang menggunakan gedung sekolah saja.
Baca juga: Gerai Vaksinasi Mobile Polresta Sidoarjo Mulai Beroperasi, Bisa Layani 50 Dosis Setiap Hari
“Selain itu, Sidoarjo juga sebenarnya sejak beberapa waktu lalu butuh rumah sakit darurat lantaran banyak pasien tidak tertampang rumah sakit rujukan. Tapi sampai sekarang juga belum pernah ada,” imbuhnya.
Sujayadi menyebut, penerapan PPKM yang terus diperpanjang sudah banyak sekali dikeluhkan masyarakat. Pembatasan-pembatasan berbagai kegiatan itu dampaknya luar biasa.
Sementara dalam kegiatan penyemprotan itu sendiri, tim BHS bersama Gerindra Sidoarjo mengerahkan satu truk yang sudah dimodifikasi dengan sejumlah semprotan untuk melakukan penyemprotan di seluruh wilayah perumahan.
Selain itu, ada beberapa petugas yang dikerahkan dengan membawa semprotan tunggal untuk keliling ke rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas umum yang ada. Semua disemprot disinfektan.
Di kompleks perumahan dan perkampungan yang masuk wilayah Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo itu belakangan banyak warga yang terpapar Covid-19. Sebagian dirawat di rumah sakit dan sebagian menjalani isolasi mandiri. Di sana juga sudah ada beberapa warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/politisi-senior-partai-gerindra-bambang-haryo-soekartono-bersama-timnya.jpg)