Breaking News:

Berita Pasuruan

Infaq Bulanan di SMK 2 Sukorejo Pasuruan Dikeluhkan, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Iuran bulanan yang dibebankan kepada orang tua para siswa SMK 2 Sukorejo mendapat keluhan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Galih Lintartika
Roy Susanto (pakai kacamata) salah satu NGO yang menyampaikan keluhan wali murid. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Iuran bulanan yang dibebankan kepada orang tua para siswa SMK 2 Sukorejo mendapat keluhan.

Roy Susanto, salah satu Non Government Organization (NGO) mengaku mendapat banyak keluhan dari para orang tua siswa.

Menurutnya, para orang tua siswa SMK 2 Sukorejo dibebankan membayar uang Rp 50.000/bulan. Alasannya, uang itu untuk infaq.

"Ini kan ironi sekali, di situasi pandemi seperti ini, wali murid masih diminta untuk membayar iuran bulanan. Apalagi dalihnya adalah infaq," katanya, Sabtu (7/8/2021).

Roy meminta, praktik pungutan seperti ini harus dihapus sekalipun dalihnya untuk infaq. Ia sangat menyanyangkan apa yang dilakukan oleh pihak sekolah.

"Apapun itu, saya kira tidak etis pihak sekolah menarik iuran Rp 50.000 per bulan. Saya minta praktik - praktik seperti ini harus dihentikan," jelasnya.

Roy menyampaikan, situasi pandemi seperti ini, semua pihak terdampak, termasuk para wali murid SMK 2 Sukorejo.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kasek) 2 Sukorejo Mohammad Supandri membenarkan iuran berupa infaq sebesar Rp 50.000 per bulan itu.

Disampaikan dia, infaq itu tidak ada paksaan. Wali murid bebas mau memberikan infaq atau tidak setiap bulannya. Ia berdalih itu sifatnya sukarela.

"Sifatnya sukarela. Infaq itu diputuskan komite dan sudah dirapatkan sebelumnya, termasuk sudah sepengetahuan para wali murid," tandasnya.

Baca juga: Tim Penggerak PKK Kota Kediri Minta Ibu Hamil Jangan Takut Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Ia menyebut, infaq itu digunakan untuk membayar gaji para guru yang tidak termasuk dalam tanggungan dana BOS ataupun Gubernur Jawa Timur.

"Ada 12 guru yang tidak bisa dibayar menggunakan alokasi dana BOS atau dana bantuan provinsi jawa timur. Jadi, gaji para GTT itu kami ambilkan dari infaq," pungkas dia. (lih)

Kumpulan berita Pasuruan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved