Berita Lamongan
Ini Hasil Penerapan PPKM di Lamongan, Trend Kasus Covid -19 Terus Turun, Termasuk BOR
Penerapan PPKM level 4 di Lamongan Jawa Timur hasilnya cukup signifikan. Trend kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lamongan terus turun. Termasuk tingkat
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Penerapan PPKM level 4 di Lamongan Jawa Timur hasilnya cukup signifikan. Trend kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lamongan terus turun. Termasuk tingkat keterisian tempat tidur (BOR) juga turun drastis, yaitu 26 persen.
"Dari data yang ada di Satgas COVID-19 Lamongan menunjukkan jika penerapan PPKM di Lamongan membawa dampak positif dengan semakin turunnya kasis terkonfirmasi dan kasus aktif COVID-19 di Lamongan, " kata Ketua Satgas Covid-19 Lamongan, Yuhronur Efendi kepada Surya.co.id (TribunJatim Network), Senin (9/8/2021).
Bahkan, katanya, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) hingga saat ini juga berada di 26 persen.
Ia dapat memastikan kasus Covid-19 dan tingkat keterisian BOR menurun adalah hasil penerapan PPKM. Dan ia berharap, andai PPKM tidak lagi dilanjutkan, masyarakat harus tetap patuh dengan 3 M.
Dengan kepatuhan itulah akan mampu mempertahankan, bahkan memutus rantai penyebaran Covid-19.
Menurut Yuhronur, kasus Covid-19 di Lamongan mencapai puncaknya pada 23 Juli lalu dan hingga kini terus mengalami turun.
Pada saat puncak tersebut, masih kata Yuhronur, kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai angka 1.071 kasus yang dimana penambahan harian bisa di atas 100 kasus.
Sampai saat ini, kasus terkonfirmasi terus mengalami penurunan, yaitu 475 kasus. "Kasus puncak pada 23 Juli mencapai 1.071 kasus dan per kemarin ada 475 kasus, semoga terus turun," ungkapnya.
Baca juga: Kota Mojokerto Capai Herd Immunity Target Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 Tuntas Dua Pekan
Peta zonasi Covid-19 di seluruh kecamatan di Lamongan juga semakin membaik dan tinggal menyisakan 1 kecamatan dengan berstatus zona merah, yaitu Kecamatan Lamongan. Selain itu, peta zonasi yang diperbarui setiap pekan itu juga menyebut jika ada 14 kecamatan di Lamongan dengan status zona kuning dan 12 kecamatan dengan status zona oranye. "Peta zonasi di Kecamatan-kecamatan ini kami perbarui setiap pekan," katanya.
Yuhronur menambahkan, pemberlakukan PPKM selain berdampak positif terhadap penurunan angka penularan Covid-19 juga memiliki dampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Lamongan bersama 3 pilar terus menggelontorkan bantuan kepada warga terdampak pandemi. Untuk lebih menggairahkan kegiatan ekonomi, Yuhronur juga telah telah membuat gerakan Ayo Nguliner.
"Untuk memulihkan kembali ekonomi Lamongan, serta membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil di Lamongan, saya mengajak masyarakat Lamongan untuk melaksanakan gerakan Ayo Nguliner," ungkapnya.
Harapan pedagang-pedagang kecil yang sempat lesu dan sepi pembeli karena pelaksanaan PPKM ini dapat kembali pulih dan tumbuh.
Meski kasus Covid-19 telah menurun, pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk tetap taat dan patuh untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Mari taati peraturan pemerintah untuk melakukan Jaga Jarak Fisik dan Sosial. Wajib memakai masker jika keluar rumah dan keluar rumah seperlunya saja serta menghindari kerumunan.
"Ayo pertahankan kepatuhan perilaku 3 M," pungkasnya. (Hanif Manshuri)
Kumpulan berita Lamongan Terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/upati-lamongan-yuhronur-efendi-317.jpg)