Breaking News:

Berita Banyuwangi

Keliling Puskesmas di Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Perkuat Tracing untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Berkeliling sejumlah puskesmas di Banyuwangi, Bupati Ipuk meminta petugas perkuat tracing untuk tekan penyebaran Covid-19.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani berkeliling sejumlah puskesmas, untuk melihat langsung penerapan test (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) alias 3T dalam menangani pandemi Covid-19 (virus Corona), Senin (9/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus memperkuat pelaksanaan test (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) alias 3T dalam menangani pandemi Covid-19 (virus Corona).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani berkeliling sejumlah puskesmas untuk melihat langsung penerapan 3T, Senin (9/8/2021).

Bupati perempuan itu mengecek langsung Puskesmas Tembokrejo dan Puskesmas Tapanrejo, Kecamatan Muncar, serta Puskesmas Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

"3T adalah kunci penanganan pandemi Covid-19. Karena itu saya minta kepada seluruh puskesmas untuk memperkuat testing dan tracing," kata Ipuk.

Di tiap puskesmas, Ipuk berdialog tidak hanya dengan kepala puskesmas, namun juga pada petugas tracing dan entry data. Ipuk mengecek kendala apa saja yang dialami.  

"Kami ingin langsung melihat bagaimana progres di lapangan serta kendalanya sejauh ini seperti apa. Ini untuk memetakan apa yang perlu kami intervensi langsung," kata Ipuk.

Ipuk memaparkan, rasio tracing di antara puskesmas di Banyuwangi tidak seragam. Ada yang sangat bagus, hingga 1:25 (1 orang positif melacak hingga 25 kontak erat), tapi juga ada yang hanya 1:5.

Ipuk pun meminta puskesmas untuk memperkuat tracing pada warga yang kontak erat dengan warga yang positif Covid-19. Idealnya, tracing dilakukan terhadap minimal 15 orang kontak erat sesuai target Kemenkes.

Baca juga: Banyuwangi Kembali Gelar Hari Belanja ke Pasar Rakyat dan UMKM di Tanggal Cantik, Hasil Didonasikan

"Saya minta terus diperkuat, karena ini kunci untuk menekan transmisi lokal. Petugas tracing harus diperkuat, satu pasien terkonfirmasi cari kontak eratnya. Petugas entry data juga perlu ditangani khusus," kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk meminta kepada puskesmas untuk memperbanyak testing, utamanya di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi masyarakat. 

"Stok swab antigen cukup. Nanti kalau kurang bisa segera minta ke Dinas Kesehatan," tambah Ipuk.

Selanjutnya treatment, penanganan orang yang sudah positif dilakukan isolasi terpusat di non-rumah sakit dan perawatan di rumah sakit bergantung kondisi klinis masing-masing pasien.

“Untuk isolasi, upayakan isolasi terpusat untuk menjaga disiplin isolasi, karena isolasi mandiri cukup sulit dikontrol. Sudah ada 25 tempat isolasi terpusat di semua kecamatan, juga ada di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved