Berita Mojokerto
Dokter Palsu Keliling Desa di Mojokerto Diringkus, Pelaku Ternyata Lulusan SMK Jurusan Elektronika
Terbongkar kasus dokter palsu di wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Pelaku ternyata lulusan SMK jurusan elektronika.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Anggota Satreskrim Polresta Mojokerto membongkar kasus dokter palsu di wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Polisi menangkap tersangka Catur Purwanto (38) warga Kecamatan Kemlagi yang berupura-pura jadi dokter untuk melancarkan aksi penipuan.
Tersangka dibekuk saat beraksi mengobati warga di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, pada Selasa, 3 Agustus 2021 kemarin.
Kasubag Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah anggota Satreskrim Polresta Mojokerto melakukan penyelidikan terkait praktik kedokteran ilegal.
Baca juga: Polresta Malang Kota Selidiki Pembuat Akun Facebook Palsu Budi Hermanto
Setelah beberapa hari melakukan pengintaian Polisi berhasil menangkap tersangka. Berdasarkan penyidikan tersangka penipuan berkedok dokter gadungan ini merupakan lulusan SMK jurusan elektronika.
"Tersangka lulusan STM jurusan elektronika dan tidak ada pengalaman di pendidikan kedokteran maupun kesehatan," ungkapnya, Selasa (10/8/2021).
Umam menjelaskan modus tersangka yakni menyamar sebagai dokter dengan perlengkapan medis dan obat-obatan.
Dia menawarkan pengobatan dengan mematok tarif ke sejumlah warga yang sakit dengan berkeliling ke desa-desa.
Tersangka mengaku memiliki pengalaman penanganan medis ketika bekerja di klinik kesehatan Mojokerto.
Dia bahkan melakukan tindakan medis dengan memasang infus di tubuh warga yang kondisinya sakit.
Namun, pihaknya enggan membeberkan nominal tarif pengobatan yang dilakukan dokter abal-abal ini.
Baca juga: Soal Dugaan Oksigen Palsu di Tulungagung, Polda Jatim: Asli Tapi Kadarnya Kurang, Ini Hasil Ujinya
Tersangka dibantu seorang rekannya yang kini ditetapkan sebagai saksi. Sedangkan, korbannya diperkirakan berjumlah puluhan orang lantaran tersangka beraksi selama delapan bulan sejak pada Januari 2021.
"Nominal pengobatan dari tersangka berbeda-beda nanti dulu menunggu penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dokter-palsu-di-polresta-mojokerto.jpg)