Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Penangkapan Terduga Teroris di Surabaya

Keluarga Bantah Terduga Teroris di Wonokromo Sosok Sulit Bergaul, 'Bapak Panitia Kurban'

Keluarga bantah ED terduga teroris yang diamankan di kawasan Jagir sosok sulit bergaul. Terduga disebut sempat jadi panitia penyembelihan hewan kurban

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com
M Askarullah, akan kedua ED saat ditemui di depan kediamannya, di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - ED terduga teroris yang diamankan di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya, terbilang, memiliki kehidupan normal seperti orang pada umumnya.

Hal itu disampaikan oleh anak kedua ED, M Askarullah.

Ia mengatakan, ayahandanya itu selalu aktif kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan di permukimannya.

Artinya, Askar secara tegas menolak anggapan yang menyebut ayahandanya itu terbilang sebagai orang dengan sosok perangai pendiam atau sulit bergaul.

Dipaparkan Askar, bahkan pada momen penyembelihan hewan kurban, ayahandanya tidak pernah ketinggalan berpartisipasi menyumbangkan tenaga bersama warga lainnya, dalam memotong sekaligus membagikan daging kurban.

"Tanya aja orang-orang di sini, malah itu bapak ikut jadi panitia kurban, acara besar bapak yang ikut," ujarnya pada awak media di depan rumahnya, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-76, Densus 88 Cokok 6 Orang Terduga Teroris di Jawa Timur

Apalagi, lanjut Askar, selama bertahun-tahun ayahandanya itu menjalankan bisnis kerajinan alat perkakas dan perabotan rumah tangga berbahan alumunium.

Bisnis keluarga itu dijalankannya di sebuah gerai toko yang berada di balik dua rumah yang ditinggalinya. Yakni beralamat di Jalan Raya Jagir No 110, Jagir, Wonokromo, Surabaya.

"Sama warga itu biasa. Rumah pinggir jalan kok, masak tertutup kayak apa," jelasnya.

Disinggung mengenai teman-teman ED dalam kelompok sosial tempatnya bergaul selama ini.

Askar juga mengungkapkan, teman-teman ayahandanya datang ke rumah, berasal dari kalangan biasa, dan tidak tendensi keterlibatan aksi yang terbilang mencurigakan.

Selama ini, ED bersama teman-teman kerap berurusan perihal aktivitas bakti sosial dengan menyantuni anak yatim dan janda, melalui penggalangan dana dari kotak infak yang selama ini disebar ke beberapa kawasan.

"Bapak itu punya komunitas sosial yang menyantuni janda dan anak yatim, saya kurang tahu, apa yang salah disitu apa. Kan itu benar, membantu orang yang membutuhkan. Bukan suatu yang jahat," terangnya.

Baca juga: Anak Terduga Teroris di Surabaya Ungkap Barang Ayahnya Diamankan Polisi, Termasuk HP untuk Kuliah

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved