Penangkapan Terduga Teroris di Surabaya
Sosok Teduga Teroris di Surabaya Seorang Juragan Perabotan Alumunium dikenal Pendiam
Pria berinisial ED, seorang terduga teroris yang diamankan Anggota Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Jagir, Surabaya, dikenal sebagai sosok pendiam
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pria berinisial ED, seorang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya, dikenal sebagai sosok pendiam.
Ketua RT 12 Muksin mengungkapkan, warganya itu, dalam kesehariannya memang dikenal sebagai sosok pendiam. Kemudian, jarang keluar rumah untuk sekadar bergaul atau nongkrong bersama para tetangga.
Namun, ED terbilang gemar menyapa warga yang berpapasan jalan dengannya. Dan senantiasa menghadiri undangan kegiatan warga yang digelar pengurus RT, RW maupun hajatan tetangga. Satu diantaranya, yakni kegiatan kerja bakti untuk kebersihan lingkungan.
"Orangnya pendiam. Kalau kerja bakti ya keluar. Cuma pendiam aja. Kalau ketemu nyapa. Cuma jarang keluar," katanya saat ditemui TribunJatim di depan ruko milik ED, Senin (16/8/2021).
Baca juga: BREAKING NEWS - Seorang Terduga Teroris di Surabaya Dicokok Densus 88, Buku dan Kotak Amal Diamankan
Selama ini, ED dikenal memiliki usaha pembuatan perabotan rumah tangga berbahan alumunium di kios rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Raya Jagir No 10, Jagir, Wonokromo, Surabaya.
Di lokasi tersebut, ungkap Muksin, ED sudah menjalankan bisnisnya itu sejak belasan tahun lalu.
"Buka toko alumunium. Membuat lemari, rolling gitu. Kalau diundang kerja bakti, datang," pungkas pria bertopi merah itu.
Gambaran perangai ED dalam aktivitas sosial sehari-hari juga diungkapkan oleh seorang tetangganya, bernama Riyanto.
Senada dengan Muksin. Pria bertubuh jangkung itu mengatakan, sosok ED dikenal pendiam dan jarang berkomunikasi dengan warga.
Namun, secara pribadi, ED adalah orang baik dan selama ini tidak pernah terlibat masalah dalam bentuk apapun dengan para tetangga di permukiman tersebut.
"Orangnya pendiam, tertutup. Bagus orangnya," ungkap Riyanto saat ditemui TribunJatim.com di dekat ruko ED.
Setahu Riyanto, ED banyak memiliki teman yang berasal dari luar daerah Jatim, tepatnya Solo, Jateng.
Hal itu dibuktikan saat, ED menggelar pesta pernikahan anaknya, beberapa waktu lalu.
Sejauh pengamatannya saat itu, lanjut Riyanto, para tamu undangan yang menghadiri hajatan keluarga besar ED, terbilang dari kalangan luar kota, atau luar daerah Jatim.
"Tapi tamunya itu banyak dari Solo. Pas mantenan anaknya tamu dari Solo semua," pungkas Riyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kondisi-ruko-milik-terduga-teroris-di-jalan-jagir-wonokromo-surabaya.jpg)