Berita Surabaya
Sampah Masker di Surabaya Bisa Capai Delapan Kuintal dalam Sebulan
Pandemi Covid-19 ternyata juga berdampak pada lingkungan. Terutama, timbulnya sampah masker yang menumpuk, termasuk di Surabaya.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Anna menambahkan, proses penanganan sampah rumah tangga maskes sudah sesuai dengan aturan Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Nomor. SE3/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2021 Tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Sampah dari Penanganan Corona Virus Disease - 19 (Covid-19).
Lebih lanjut, Anna juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah masker di sembarang tempat.
“Harapan kami pada saat akan membuang masker, maskernya sudah disobek terlebih dahulu biar tidak dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh pihak lain,” pungkasnya.
Banyaknya limbah sampah yang dihasilkan di Surabaya pun memantik pemerhati lingkungan untuk memanfaatkannya menjadi barang yang lebih berharga.
Misalnya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang mengubah limbah tersebut menjadi paving.
Mereka mengungkapkan bahwa limbah masker mengandung kandungan plastik HDPE yang digunakan sebagai pengisi aggregat halus. Sehingga, bisa melekatkan agregat bahan kasar, di antaranya cangkang sebagai bahan paving.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petugas-sedang-memilah-sampah-rumah-tangga-masker-di-surabaya.jpg)