Berita Kota Blitar

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Mardi Waluyo Blitar Terus Turun

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar terus menurun.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Kondisi bangunan RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) ruang isolasi pasien Covid-19 (virus Corona) di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar terus turun dalam sepekan ini. 

Sekarang BOR ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo sekitar 30,87 persen dari total kapasitas 230 tempat tidur. 

"Alhamdulillah (BOR) turun, tadi pagi report total pasien hanya 60 orang dan di UGD hanya ada satu pasien tinggal proses," kata Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Ramiadji, Senin (23/8/2021). 

Ramiadji mengatakan, dua pekan lalu, BOR ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo masih mencapai 80 persen. 

Pada seminggu terakhir, BOR ruang isolasi pasien Covid-19 turun menjadi 60 persen. 

Bahkan, mulai tiga hari lalu, BOR turun rata-rata di bawah 50 persen. 

"Hari ini, BOR di ruang isolasi 30,87 persen," ujarnya. 

Dikatakannya, ada beberapa faktor yang membuat BOR ruang isolasi pasien Covid-19 turun. 

Antara lain, imbas dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 dan pengoperasian tempat isolasi terpusat. 

Baca juga: Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua, Pekerja Hotel di Kota Blitar Berharap Wisata Bisa Buka Kembali

"Dengan adanya isolasi terpusat, pasien tidak semuanya ke rumah sakit. Beban rumah sakit berkurang. Pasien yang isolasi mandiri di rumah juga dipindah ke isolasi terpusat," katanya. 

Selain itu, kata Ramiadji, RSUD juga melakukan sebaran ruang pelayanan dengan menambah kapasitas ruang rawat inap. 

RSUD memfungsikan beberapa ruangan untuk pelayanan pasien Covid-19.

Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Ramiadji, saat ditemui pada Senin (23/8/2021). 
Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Ramiadji, saat ditemui pada Senin (23/8/2021).  (Tribun Jatim Network/Samsul Hadi)

"Misalnya, ada dua ruangan paviliun, yakni, Anggrek dan Cempaka. Sebelumnya Ruang Cempaka tidak digunakan, kami gunakan. Lalu Ruang Dahlia juga kami ubah jadi ruang isolasi. Kondisi pelayanan lebih longgar," katanya. 

Ramiadji berharap tidak terjadi ledakan kasus lagi dan BOR ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mardi Waluyo terus turun. 

"Semoga jumlah kasusnya terus turun. Jangan terjadi lonjakan kasus lagi seperti Juli 2021. Juli lalu jumlah kasus naik tiga kali lipat dibandingkan Juni 2021," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved