Gandeng Aprindo, KBI Optimistis Resi Gudang Diproyeksi Tumbuh Semakin Tinggi

Gandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), KBI optimistis Resi Gudang diproyeksikan akan tumbuh semakin tinggi.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/KBI
Dari kiri ke kanan: Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Komisaris Utama KBI Sutriono Edi, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey, di sela-sela penandatanganan kesepahaman antara KBI dengan Aprindo di Jakarta, Jumat (20/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia diproyeksikan akan semakin tumbuh dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini dikarenakan adanya sinergi terkait pemanfaatan Resi Gudang yang dilakukan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, upaya ini merupakan bagian dari peran KBI sebagai pusat registrasi Resi Gudang untuk terus meningkatkan pemanfaatan Resi Gudang.

"Dengan adanya sinergi ini, gudang-gudang yang dimiliki oleh para anggota Aprindo ke depan diharapkan bisa menjadi gudang SRG, sehingga bisa menjangkau daerah-daerah yang menjadi sentra komoditas, namun belum ada gudang SRG, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume barang yang diregistrasi ke Resi Gudang," jelas Fajar, Senin (23/8/2021).

Sebagai negara yang memiliki luas wilayah yang besar dan memiliki banyak komoditas, sudah selayaknya pemanfaatan Resi Gudang bisa tumbuh.

Penandatanganan keduanya telah dilakukan di Jakarta, Jumat (20/8/2021), yang dilakukan langsung oleh Fajar dan Roy N Mandey, Ketua Umum Aprindo.

Roy menambahkan, dengan kerja sama tersebut, ke depan, harapannya anggota Aprindo tidak hanya menjadi off taker atau standing buyer, tapi juga menjadi pengelola gudang SRG.

"Selain itu, bagi anggota Aprindo akan mendapatkan kepastian, pertama adalah ketersediaan produk, dan yang kedua adalah kestabilan harga," kata Roy, dalam kesempatan yang sama.

Hal itu akan didapatkan dengan melalui SRG.

Dengan menjadi pengelola gudang SRG, maka anggota Aprindo langsung bisa mendapatkan barang, dan pada akhirnya masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih baik. 

Baca juga: Pertamina Turut Sukseskan Vaksinasi Gotong Royong di Surabaya dan Malang, Dukung Vaksinasi Covid-19

"Upaya bersama yang dilakukan Aprindo dan KBI ini adalah dalam muara untuk ketersediaan barang, kestabilan harga, dan berujung pada konsumsi," jelas Roy.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2020, jumlah Resi Gudang yang diregistrasikan mencapai 428 RG dari 8 komoditas dengan volume 9.593.717 kg senilai Rp 200,784 miliar.

Sedangkan di tahun 2021, sepanjang semester I jumlah Resi Gudang yang telah diregistrasi mencapai 230 RG.

Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 49 persen dibandingkan selama periode yang sama di tahun 2020, di mana Resi Gudang yang diregistrasi mencapai 154 RG.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved