Breaking News:

PLN Imbau Masyarakat Tidak Bermain Layangan di Dekat Jaringan Listrik: Berbahaya

PLN imbau masyarakat tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik serta keamanan pemain.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/PLN UID Jatim
PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN, Kamis (26/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN, terlebih menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik.

Pasalnya, apabila layang-layang berkawat tersebut menempel pada jaringan listrik PLN, akan menyebabkan hubung singkat atau korsleting yang dapat membahayakan nyawa, serta berakibat terganggunya pasokan listrik. Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan Covid-19, sentra vaksinasi, pabrik produsen oksigen dan rumah-rumah sehat isolasi yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi.

"Setiap tahunnya selalu ada musim layang-layang, meski demikian kami mengimbau agar masyarakat bermain di tempat yang tepat serta tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan tenaga listrik, sehingga tidak mengganggu kepentingan umum,” kata Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur, Adriansyah, Kamis (26/8/2021).

Adriansyah menambahkan, PLN terus berupaya menekan gangguan pada sistem kelistrikan akibat layang-layang dengan sosialisasi berkala dan patroli jaringan.

Seperti halnya kejadian di Madiun Kota, layang-layang mengenai jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Penyulang Nglames pada Selasa (24/8/2021) lalu.

Kejadian serupa pun terjadi di Banyuwangi, tersangkutnya layang-layang pada ruas penghantar SUTM Penyulang Kaligondo, Rabu (18/8/2021), bergerak cepat tim PLN ULP Genteng UP3 Banyuwangi membersihkan sisa layang-layang yang mengakibatkan trip Penyulang Kaligondo pada pukul 17.22 WIB dan menormalkan sistem kelistrikan pada pukul 17.40 WIB.

Baca juga: Leher Terjerat Senar Layangan yang Melintang di Jalan, Pengendara Motor di Blitar Tewas Tabrak Pohon

Hingga 24 Agustus 2021, terdapat gangguan layang-layang pada jaringan SUTM sebanyak 43 kali yang menyebabkan 40 MWh energi listrik tak tersalurkan di Jawa Timur.

PLN juga telah bersinergi dengan pihak terkait, baik TNI, Polri, serta perangkat desa untuk melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan gangguan listrik akibat layang-layang ini. Kegiatan ini secara berkala dilakukan di sejumlah daerah rawan layang-layang.

"Kami memohon kerja sama dan dukungan masyarakat semua untuk dapat mengindahkan imbauan ini demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik untuk seluruh pelanggan di Jawa Timur," pungkas Adriansyah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved