Berita Surabaya

SMKN 6 Surabaya Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

SMK Negeri 6 Surabaya menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas setelah Surabaya dinyatakan memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/febrianto
Suasana Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Siswa Siswi SMKN 6 Surabaya Jurusan Tata Busana, Kamis (26/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SMK Negeri 6 Surabaya menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas setelah Surabaya dinyatakan memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Kamis (26/8/2021).

Sebelum memasuki sekolah, sejumlah siswa siswi terlebih dahulu mengikuti pengecekan suhu tubuh.

Mereka kemudian mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ketika hendak menuju ke ruangan kelas.

Murid juga dihimbau oleh petugas sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Surabaya, Bahrun, mengatakan, usai dinyatakan level 3, pihaknya langsung menggelar rapat internal dengan para guru. Serta melakukan sosialisasi kepada orang tua maupun wali murid. 

"Bahwa kami sudah memasuki level 3 sehingga diizinkan untuk PTM. Kemarin juga sudah rapat dengan kepala SMK negeri se surabaya, dengan Kepala Cabag Dinas Pendidikan," ujarnya.

Intinya, kata Bahrun, dengan turunnya level 4 ke 3 maka sekolah, khususnya SMK, untuk bisa melakukan PTM terbatas. Terutama menyangkut keperluan praktek aja, mengingat SMK identik dengan praktek.

"Yang paling dekat dengan praktek adalah anak anak kelas 11 mau PKL di Industri. Sehingga, mereka banyak kami berikan pembekalan supaya ketika praktek industri sudah punya bekal secara langsung," terangnya. 

"Sehingga nantinya diharapkan dengan praktek secara langsung anak anak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi perusahaan atau industri," sambungnya.

Untuk sementara PTM SMK Negeri 6 melakukan satu sesi. Jumlah siswa yang mengikuti mencapai 18 anak.

Sedangkan siswa lainnya masih menggunakan metode daring. Sehingga, berkolaborasi antara laring dan daring.

"Jam mulainya pukul 7 sampai 10. Semua jurusan, karena memang tiap anak harus praktek," ucapnya.

Disinggung soal SMK Negeri lainnya, Bahrun yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Surabaya, menyebut, sudah ada sekolah yang telah melakukan PTM.  

"Jadi PTM tahun ini Alhamdulilah tidak sepeti tahun tahun lalu ada 25 persen ada 50 persen, ini kebetulan dengan level ini 3 bisa melaksanakan PTM 50 persen. Dengan 50 persen ini lebih efektif dari pada yang hanya 25 persen. Itupun kalau orang tua mengizinkan. Kami tetap mengutamakan izin ortu," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved