Berita Surabaya

Kejahatan Jalanan Kerap Dilakukan Berkomplot, Ini Pesan Polrestabes Surabaya: Saling Waspada

Kejahatan jalanan seperti pencopetan tak jarang dilakukan secara berkelompok oleh suatu komunitas jaringan

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
akun Instagram (IG); @surabayakabarmetro,
tangkapan layar penangkapan satu orang terduga copet di kawasan sekitar Tugu Pahlawan, Bubutan, Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Kejahatan jalanan seperti pencopetan tak jarang dilakukan secara berkelompok oleh suatu komunitas jaringan.

Biasanya, mereka memilik target kawasan aksi di pusat keramaian area publik. 

Selain situasinya melibatkan banyak orang yang memungkinkan membuat orang lengah. 

Situasi keramaian seperti pasar, tentunya mustahil membuat aparat melototi setiap pergerakan satu per satu orang.

Itulah mengapa dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk senantiasa mawas dan mewaspadai potensi kejahatan di manapun berada.

Seperti halnya, ditangkapnya satu orang terduga pencopet di sebuah pasar insidentil di kawasan sekitar Tugu Pahlawan, di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Surabaya, Minggu (29/8/2021) pagi.

Aksi si terduga pencopet itu gagal total saat dipergoki oleh warga yang berbelanja di pasar insidentil tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya AKP Oloan Manullang mengatakan, ditangkapnya satu orang terduga pelaku copet, diharapkan membuat efek kejut terhadap para pelaku copet yang masih berkeliaran.

Ia tak menampik, aksi kriminalitas jalanan, seperti pencopetan, tidak cuma dilakukan seorang diri, tapi berjejaring secara berkomplot.

"Jangan sampai ada celah aksi. Setiap ada pasar hari minggu. Kami selalu sanggong (intai pengamanan) di sana. Jadi mereka sudah tahu, bukan celah, tapi mereka sudah tahu kita," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (29/8/2021).

Oloan berharap, masyarakat ikut serta dalam mewaspadai dan mengantisipasi adanya potensi kejahatan di lingkungan sekitarnya.

Pihak aparat tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan tertib, tanpa melibatkan partisipasi aktif warga untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca juga: Perusahaan Tidak Mampu Membayar Upah, Ribuan Pekerja di Pabrik New Era Terancam Terkena PHK 

"Himbauan lebih waspada dan lebih ikut peran dalam mengawasi mengamankan sekelilingnya. Hati-hati jaga barang bawaan masing-masing bila berada di keramaian," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Viral video yang merekam momen seorang terduga pencopet berhasil diamankan warga di suatu kawasan Kota Surabaya, Minggu (29/8/2021).

Dari beberapa keterangan yang terdapat pada tayangan video viral tersebut. Momen itu terjadi di kawasan sekitar Tugu Pahlawan, Surabaya. Artinya, berlokasi di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Surabaya.

Video berdurasi 15 detik itu, merekam satu orang berjenis kelamin laki-laki terduga pencopet tampak menjadi pusat perhatian banyak orang.

Pria itu tampak mengenakan pakaian kasual, yakni dengan setelan jaket lengan panjang tipe baseball zipper warna biru muda, kemudian bercelana panjang warna hitam, lengkap bersepatu, dan memakai topi warna hitam.

Sepanjang video tersebut, ia tampak mematung dengan kedua lengan tangan seperti terikat ke belakang. 

Kemudian, ada seorang pria lain yang jongkok di bawahnya, sepertinya sedang sibuk melepas ikatan seutas tali yang tampak membelenggu kaki si terduga pencopet.

Setelah ikatan tali pada kakinya dilepas. Si terduga copet itu, lantas dibawa pergi oleh beberapa orang yang diduga kuat anggota kepolisian berpakaian sipil.

Mereka menyibak kerumunan orang yang mengerubutinya. Warga yang mungkin masih penasaran dan geram, lantas terdengar menyorakinya.

Video tersebut diunggah oleh sebuah akun Instagram (IG); @surabayakabarmetro, sudah 377 kali disukai, dan menuai respon 24 komentar.

"Sopo sing mau mlaku-mlaku nang Tugu Pahlawan rek? Ketemu karo kejadian iki gak," tulis akun tersebut, Minggu (29/8/2021).

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved