Breaking News:

Berita Gresik

Perusahaan Tidak Mampu Membayar Upah, Ribuan Pekerja di Pabrik New Era Terancam Terkena PHK 

Ribuan pekerja pabrik sandal dan sepatu di PT  Newera Rubberindo terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sebab beberapa kali mediasi dan

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
Para pekerja di PT Newera yang tidak bisa bekerja mengadakan rapat bersama di Kantor SPKEP - KSPI Kabupaten Gresik, Komplek Ruko Terminal Bunder, Minggu (29/8/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ribuan pekerja pabrik sandal dan sepatu di PT  Newera Rubberindo terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sebab beberapa kali mediasi dan anjuran dari Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) tidak dijalankan oleh perusahaan, Minggu (29/8/2021). 

Ketua  Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Newera Rubberindo, Ahmad Agus M, mengatakan, rapat bersama pekerja Newera ini untuk menyatukan sikap dan keputusan dalam mengahadapi manajemen, sebab sudah beberapa bulan ini dilakukan mediasi bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dan pihak perusahaan. Namun  tidak membuahkan hasil. 

Termasuk upaya solusi yang diberikan Bupati Gresik Gus Yani kepada perusahaan, berupa bantuan subsidi upah agar tidak terjadi PHK. Namun, saran dari Bupati juga tidak dilaksanakan. 

Padahal, 1.200 pekerja di pabrik sandal dan sepatu tersebut hanya meminta upah tunjangan hari raya (THR) tahun 2020 dan 2021. Selain itu, gaji setiap bulan mulai Januari 2021 sampai Juli 2021. 

"Jika dirata-rata, setiap pekerja ini hanya mendapat Rp 28 Juta dari THR dan upah yang belum diterima," kata Agus M, saat di Kantor Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (SPKEP - KSPI ) Kabupaten Gresik, Komplek Ruko Terminal Bunder. 

Dari jalan buntu tersebut, para buruh mengingkan jalur hukum di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk menyelesaikan permasalahan upah. "Teman-teman pekerja sepakat untuk menempuh jalur ke PHI. Mudah-mudahan ada penyelesaian," imbuhnya.

Sementara Ketua Federasi SPKEP - KSPI Kabupaten Gresik Apin Sirait mengatakan, kasian 1.200 buruh terancam PHK. Sebab, upaya mediasi dan saran dari Bupati Gresik Gus Yani tidak segera dilaksanakan oleh perusahaan. 

"Kalau memang perusahaan tidak mampu membayar, lebih cepat untuk ke jalur PHI semakin baik. Sehingga, para pekerja ada kejelasan status. Saat ini mereka tidak bekerja dan tidak menerima gaji," kata Apin Sirait.

Baca juga: Benny Moerdani Murka di Belanda & Gebrak Meja, Kekhawatiran Terbukti: Kami Hanya Punya 1 Soeharto

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Ninik A mengatakan, dari Pemerintah Kabupaten Gresik sudah memberikan anjuran ke Perusahaan. "Dari Disnaker sudah keluar anjuran. Mudah-mudahan lekas selesai," kata Ninik. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved