Berita Bisnis

Didorong Peningkatan Ekspor di AS, Integra Optimis Bisa Bukukan Penjualan Rp 4 Triliun

Perusahaan furniture PT Integra Indocabinet Tbk optimis di tahun 2021 ini bisa meningkatkan pendapatannya hingga 30 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya / Sri Handi Lestari (tangkapan layar zoom meeting)
Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisna, saat pubex secara virtual, Selasa (31/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari)

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan furniture PT Integra Indocabinet Tbk optimis di tahun 2021 ini bisa meningkatkan pendapatannya hingga 30 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Hal ini didorong peningkatan permintaan furniture dan building component dari Amerika Serikat (AS).

Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisna, mengatakan, pandemi covid 19 yang mengalami peningkatan jumlah penderitanya di tahun 2021 ini tidak memberi dampak pada permintaan ekspor.

"Bahkan dengan tujuan di AS yang jumlah penderita Covid juga mengalami kenaikan signifikan, permintaan produk furniture tetap meningkat. AS merupakan pasar terbesar kami," jelas Wang, saat public expose secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Pertumbuhan tersebut disebabkan banyak warga AS yang semula bekerja di pusat kota, sekarang banyak membeli rumah dipinggiran. Banyak pekerjaan yang dikerjakan dari rumah. Sehingga kebutuhan furniture dan building component langsung melonjak.

“Kami optimis tahun ini kinerja kami tetap bagus. Pandemi justru membuat demand furniture dan building component semakin meningkat. Apalagi sejak adanya perang dagang AS-China, banyak mitra bisnis yang mengalihkan demandnya  ke Asia termasuk ke Indonesia,” beber Wang Sutrisna.

Hingga saat ini AS merupakan market ekspor furniture terbesar di dunia. Perseroan yang memiliki pabrik di daerah Sidoarjo ini, mengaku selama ini, sekitar 91 persen produknya ditujukan untuk pasar ekspor AS. Sementara untuk market di dalam negeri hanya sekitar 8 persen.

Selama semester pertama tahun 2021, pasar ekspor ke AS tumbuh sekitar 92 persen dari tahun lalu periode yang sama. Sedangkan produk manufacturing emiten berkode WOOD, ini mengalami peningkatan 114 persen.

“Pasar domesticksampai semester pertama masih mengalami kontraksi sekitar 62 persen. Karena itu kami masih fokus menggarap market ekspor karena demandnya lagi kuat," ungkap Wang.

Lebih lanjut Wang menyebut industri furniture Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar bisa masuk ke AS.

Sebab sumber bahan baku berupa kayu di Indonesia sangat melimpah. Namun sejauh ini, peran Indonesia di pasar ekspor Amerika masih kalah dengan

Vietnam dan Malaysia. Sehingga saat ini Indonesia baru bisa memasok sekitar 5 persen dari total pasar di sana.

Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan perseroan. Sebab itu, kedepan pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun fasilitas baru di Lumajang dengan investasi sekitar  50 persen dari total Capex tahun ini sebesar Rp 130-140 miliar.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down. Karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari yang produk fully assembly.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved