Berita Malang
Kisah Warga Malang Bangkit setelah Kena PHK, Kini Sukses Berkat Pesanan Boneka Kpop
Sulikah Handayani atau Lika dikenal sebagai pengusaha boneka. Lokasi produksinya di Kepanjen, Kabupaten Malang dan di Kecamatan Kedungkandang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto
"Istimewanya adalah bisa custom. Pemesan bisa membawa desain, dan saya buatnya. Spesial saya boneka KPop," jawabnya.
Sebulan, ia bisa memproduksi 600 buah. Untuk pemesanan minimal 50 buah.
Dikatakan, ia pernah membuat boneka Exo dari pembeli dan mengirimkan 100 biji ke Jepang.
Pernah juga membuat karakter boneka Wonwoo dikirim ke Australia, Philipina fan Malaysia.
Ada juga boneka tanpa bulu permintaan pembeli yang diberi nama antara lain Yuni Kepang.
Awal suka bikin suvenir dimulai saat ia jadi pramuniaga di Mitra.
"Saya kan tinggal di kos. Kalau ngisi liburan, saya bikin dan dijual di toko di Kepanjen kalau saya pulang kesana dengan sistem konsinyasi. Misalkan bunga valentine, kotak kado," paparnya.
Saat membeli bahan pita di Toko Citra Malang, ia melihat bahan pembuatan boneka. Ia membelinya. Kemudian ia membeli boneka Teddy Bear kecil diskonan di Mitra untuk dipelajari polanya.
"Hasilnya saya titipkan lagi ke toko di Kepanjen meski hasilnya masih belum bagus," kata wanita berusia 39 tahun ini.
Ternyata jalan hidupnya menggeluti pembuatan boneka akhirnya.
Dikatakan, pembuatan karakter boneka itu mirip trend baju. Mana yang sedang trend, biasanya dipesan orang.
Sebagai binaan dari OPD di Pemkot Malang, ia juga mendapat kesempatan berpameran di Inacraft. Saat itu ia membuat boneka princess yang laku di pameran.
"Bisa jualan Rp 5 juta. Laris. Saya berpikir produk saya layak jual. Berbagai merchandise saya buat karena saya sering posting di IG," katanya.
Untuk boneka tidak bisa ia buat semirip tokohnya. Namun jika bisa dijadikan kartun baru bisa ia kerjakan.
Sedang kisaran harganya jika karakter boneka KPop tanpa baju Rp 85.000. Kalau pakai baju maksimal Rp 150.000/biji.
Lika mengawali usaha di ruang tamu di Jl Lesanpuro gang 6.
Karena makin berkembang, ia membuka di rumah ibunya di Kepanjen.
Di sana juga gampang mencari tenaga kerja. Bahkan sampai antre.
Berbeda dengan usaha di Kota Malang, agak sukar menjadi tenaga kerja.
"Makanya saya berani menerima pesanan banyak karena banyak tenaga kerja yang di Kepanjen," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sulikah-handayani-atau-lika-dikenal-sebagai-pengusaha-boneka-custom.jpg)