Breaking News:

Berita Magetan

Penjual Es Buah Tasik di Magetan Bersyukur Usahanya Berjalan Normal

Ubay Jalaludin perantau warga Tasik Malaya, Jawa Barat, 13 tahun meninggalkan istri dan tiga anaknya di kampung halaman sebagai penjual es di Magetan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Sejak pendemi Covid 19 apalagi Magetan masuk level 4, es buah yang dijual Ubay Jalaludin, warga Tasik Malaya, Jawa Barat ini hanya laku maksimal 5 mangkok, atau Rp 25 ribu 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dony Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Selalu bersyukur, itu yang diucapkan Ubay Jalaludin perantau warga Tasik Malaya, Jawa Barat, 13 tahun meninggalkan istri dan tiga anaknya di kampung halamannya untuk mencari penghidupan dengan berjualan es buah khas Sunda ini.

"Alhamdulillah, sampai sore ini sudah laku tiga mangkok ini. Dua pagi tadi dan satu mangkok Mas ini,"kata Obay kepada Surya, sambil kepalanya menunduk menutupi matanya yang berkaca kaca, menahan tangis, Minggu (5/9/2021).

Praktis Obay ini seharian hanya dapat penghasilan Rp 15 ribu, karena semangkuk es buah khas Tasik ini dijual sebesar Rp 5000.

Setiap hari, lanjut Obay yang meninggalkan anak dan istri dikampung sejak Si Bungsu masih umur dua bulan dan kini sudah menginjak usia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP) daganganya selalu buang. Karena dawet tidak bisa tahan lebih 24 jam.

"Sudah lebih dua tahun ini, saya mengambil dulu (hutang) ke warung tetangga yang selama dua tahun selalu percaya dan memberi bahan bahan dawet. Mulai bahan sampai es batu,"ujar Ubay memelas.

Dikatakan Obay, selama tinggal 13 tahun di Magetan, belum pernah terima bantuan, selain bantuan dari pemilik warung yang selama masa pendemi dua tahun lebih ini meminjami bahan bahan jualan es dawet khas Jawa Barat ini.

"Saya KTP Tasik Mas. Saya bingung bagaimana bayar Ibu pemilik warung yang setiap hari saya pinjami bahan bahan untuk jualan,"kata Ubay, yang mangkal di Jalan Raya jurusan Magetan - Gorang Gareng, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini.

Menurutnya, setiap hari hanya makan sekali, yang sering buat  bubur sayur. Dia berhemat, berharap walau seberapa pun bisa kirim untuk anak istri di Tasik Malaya, Jawa Barat.

Es buah khas Tasik, booming di wilayah Kabupaten Madiun sekitar tahun 2020. Pada awal awal booming itu, gerai (kedai) es buah khas Tasik selalu di padati pembeli. Tahun tahun awal 2020 Itu masa masa jayanya es Buah Tasik.

"Semua kedai es buah Tasik, waktu tahun 2020 an itu selalu padat pembeli. Apalagi bulan puasa. Saya pernah ngantri satu jam lebih, tidak kebagian, habis. Booming es buah Tasik ini sampai 2014, setelah datang menu menu es baru yang bermacam macam ini. Es Buah Khas Tasik, sepi,"kata Muhammad Iqbal pemilik warung "Mburi Bengkel" di Magetan Kota kepada Surya, Minggu (5/9).

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved