Breaking News:

Berita Lumajang

Polisi Mulai Panggil Koordinator PKH dan BPNT Terkait Masalah Bansos Lumajang

Proses penyelidikan kasus dugaan sunatan Bansos di Desa Sawaran Kulon, Lumajang tengah berlangsung. Bahkan saat ini polisi telah memeriksa 40 an saksi

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Tony Hermawan
Kanit Tipikor Polres Lumajang Bripka Irwan Lukito Hadi saat ditemui di Polres Lumajang, Rabu (8/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Proses penyelidikan kasus dugaan sunatan Bansos di Desa Sawaran Kulon, Lumajang tengah berlangsung. Bahkan saat ini polisi telah memeriksa 40 an saksi dari sebelumnya hanya belasan orang.

Kasus dugaan sunatan Bansos PKH dan BPNT mencuat setelah beberapa waktu lalu Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak ke Desa Sawaran Kulon.

Dari jejak digital diduga ada penyelewengan distribusi Bansos yang dilakukan oleh para oknum.

Sejak itu petugas mulai melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi. Di antaranya penerima manfaat, pemilik e-warung, dan pendamping PKH tingkat kecamatan.

Menurut Kanit Tipikor Polres Lumajang Bripka Irwan Lukito Hadi dalam tahap penyelidikan ini petugas juga mulai melebar dalam melakukan pemeriksaan.

Hari ini (8/9/2021) polisi memeriksa Koordinator PKH tingkat daerah dan Koordinator BPNT tingkat kabupaten.

"Kami dalam tahap melengkapi fakta alat bukti sehingga bisa kami tingkatkan prosesnya menetapkan tersangka setelah penghitungan kerugian negara," katanya.

Sementara, Koordinator Pendamping PKH Lumajang Akbar Al Amin mengatakan, pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar 10 jam.

Selama itu, dirinya memberikan keterangan seputar tupoksi koordinator dalam penyaluran Bansos.

"Ada 15 berkas yang saya tunjukkan ke penyidik. Saya harap polisi bisa mengungkap yang sebenar-benarnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved