Arti Kata
Arti Kata Ghibah, Dipakai Ahmad Dhani untuk Sebut Sosok Maia Estianty, Bela Safeea dan Muhammad Ali
Ahmad Dhani untuk sebut sang mantan istri, Maia Estianty sebagai tukang ghibah. Berikut arti kata ghibah dari sudut pandang Islam dan KBBI.
TRIBUNJATIM.COM - Simak arti kata ghibah yang digunakan Ahmad Dhani untuk menyebut perilaku yang dilakukan sang mantan istri, Maia Estianty.
Kata Ghibah, sering dijumpai baik di media sosial, maupun didengarkan saat percakapan langsung maupun tidak langsung (menggunakan aplikasi chatting).
Belakangan ramai Ahmad Dhani menyebut Maia Estianty tukang ghibah dan Ratu Pencitraan.
Serius dengan perkataannya, suami Mulan Jameela itu sampai niat bikin video kompilasi ghibah dan fitnah Maia Estianty.
Video kompilasi yang dibagikannya melalui channel YouTube Video Legend tersebut mengumpulkan ucapan Maia Estianty yang disebutnya tidak sesuai fakta.

Hal ini dilakukan Ahmad Dhani demi membela buah hatinya, Safeea Ahmad dan Muhammad Ali.
Lantas apa sebenarnya arti ghibah? Simak penjelasan berikut.
Baca juga: Demi Safeea, Ahmad Dhani Rela Bikin Video Kompilasi Bukti Maia Estianty Tukang Ghibah & Fitnah
Baca juga: Pertengkaran Ahmad Dhani & Maia Disebut Masalah Ego, Sosok ini Sentil Pihak yang Yakin Tak Bersalah

Arti Ghibah
Dari penelusuran berbagai sumber, arti kata Ghibah berasal dari bahasa Arab yakni Al ghib (الغِيبة) yang artinya tidak tampak.
Berdasarkan istilah, ghibah berarti pembicaraan antar sesama muslim tentang muslim lainnya dalam hal kejelekkan, keburukan, atau yang tidak disukai dan tidak tampak.
Selain itu, kata ghibah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, juga memiliki arti yang serupa, yakni membicarakan keburukan (keaiban) orang lain.
Baca juga: Telanjur Kesal, Ahmad Dhani Berani Ekspos Bukti Maia Estianty Ghibahin Mulan Jameela, Dhani: Bahaya!
Baca juga: Kiwil Mengaku Bisnis Bebeknya Hancur sampai Ingin Pensiun Jadi Artis: Dagang Ghibah Itu Lebih Laku
Dalam ajaran islam perbuatan ghibah sangat dilarang.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;
"‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya." (H.R. Muslim)
Dalil mengenai larangan berbuat ghibah dalam Al-Qur’an Surat Al Hujurat Ayat 12 yakni sebagai berikut.