Breaking News:

Berita Tuban

Tuban Berdarah, Pria Kerek Tega Bacok Tetangganya, Bermula dari Ejekan Korban ke Pelaku

Wasman (53), tega membacok Kasmu (58) di Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 14.45 WIB

Penulis: M Sudarsono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Pelaku pembacokan saat diamankan dibawa dalam ungkap kasus di Mapolres Tuban 

Laporan Wartawan Tribun Jatim  Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Wasman (53), tega membacok Kasmu (58) di Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 14.45 WIB.

Pelaku dan korban yang merupakan warga Desa Tenggerwetan, Kecamatan Kerek, itu diketahui sempat membahas duduk persoalan keduanya sebelum peristiwa berdarah terjadi. 

Namun entah apa yang membuat Wasman gelap mata, hingga membacok korban di bagian leher sampai tewas. 

"Korban dihentikan di sebuah pos, pelaku meminta korban agar jangan mengejek terus. Namun korban bilang kalau saya begitu kamu mau apa. Terjadilah cekcok hingga pelaku bacok korban dua kali menggunakan bendo, tiga jari korban juga terputus," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman saat ungkap kasus, Sabtu (11/9/2021).

Didampingi Kasat Reskrim, AKP M Adhi Makayasa, perwira menengah itu menjelaskan, kejadian mengenaskan itu dipicu pelaku yang sering mendapat ejekan dari korban. 

Ucapan korban disebut kerap melukai perasaan pelaku hingga memicu sakit hati. 

Bahkan, Wasman dan Kasmu juga sering cekcok setiap harinya, meski keduanya merupakan tetangga sekaligus teman. 

"Pelaku ini kerap dihina seperti dibully, misal kamu melarat tidak bisa membuat rumah untuk anakmu. Jadi bullying ini membuat pelaku gelap mata," terangnya. 

Mantan Kapolres Sumenep itu menambahkan, setelah peristiwa berdarah itu terjadi korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Baca juga: Ikut Bagikan Bantuan Sembako Untuk Lansia, Wujud Kepedulian PKK Nganjuk ke Warga Terdampak Covid-19

Sementara itu, untuk pelaku langsung menyerahkan diri kepada kepolisian setempat. 

Polisi juga mengamankan barang bukti sabit besar atau bendo dan juga sandal jepit atas kejadian tersebut. 

"Pelaku kita tahan, dijerat pasal 338 Jo 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.(nok) 

Kumpulan berita Tuban terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved