Zipmex Indonesia Terima Suntikan Dana 41 Juta Dolar AS Melalui Pendanaan Seri B
Zipmex Indonesia menerima suntikan dana 41 juta dolar AS melalui pendanaan seri B. Mencatatkan tonggak sejarah baru.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Zipmex, salah satu bursa aset kripto, yang saat ini tengah berkembang pesat dalam bursa aset digital Asia Pasifik, mencatatkan tonggak sejarah baru.
Zipmex mengumumkan penerimaan dana investasi dari Krungsri Finnovate Company Limited, modal ventura korporasi yang merupakan anak perusahaan Bank of Ayudhya PCL, sebagai investor dalam penggalangan pendanaan seri B.
"Bersamaan dengan ini, adapula Plan B Media Public Company Limited dan Master Ad Public Company Limited yang juga ikut terlibat dalam putaran investasi yang meraup dana senilai 41 juta dolar AS," kata CEO dan Co-Founder Zipmex, Marcus Lim, Rabu (8/9/2021).
Penerimaan pendanaan seri B ini menandai aksi institusi dan korporasi pertama di kawasan Asia Tenggara yang berinvestasi secara terbuka di aset digital. Hal ini memperlihatkan sinergitas antara bursa aset kripto dengan perusahaan-perusahaan publik di industri multimedia, sebuah bank papan atas Thailand, serta sejumlah firma modal ventura internasional.
"Sinergi ini juga mengonfirmasi dengan jelas bahwa aset digital telah menjadi bagian dari arus utama dunia keuangan saat ini," tambah Markus.
Pendanaan ini juga menjadikan Bank of Ayudhya, bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), menjadi salah satu bank pertama di dunia, dan yang pertama di Asia Tenggara, yang berinvestasi dalam platform aset digital.
Langkah ini juga menempatkan Bank of Ayudhya sebagai bank terdepan yang kini juga berkiprah di ranah aset digital. Kondisi ini juga memperlihatkan fakta bahwa tingkat kepercayaan institusi terhadap aset digital juga semakin tinggi.
“Komitmen dari Krungsri Finnovate ini merupakan sebuah langkah yang bermakna besar bagi kami," ujar Markus.
Selain menunjukkan keberhasilan dari model bisnis dan pendekatan yang mereka terapkan untuk berinovasi, pendanaan ini juga menunjukkan bahwa aset digital berpotensi menjadi bagian utama dari gaya hidup.
"Sinergi aset digital dan perbankan tradisional dapat menciptakan serta menghadirkan pengalaman baru yang lebih inovatif dari sekadar menggunakan mata uang fiat,” ungkap Markus.
Sebelumnya, Krungsri Finnovate telah berpartisipasi dalam pendanaan seri A untuk sejumlah perusahaan startup dari berbagai bidang fintech secara strategis terkait dengan bisnis Krungsri.
Beberapa di antaranya perusahaan blockchain, pinjaman, e-commerce, insurtech, dan pengiriman uang lintas batas. Portofolio mereka mencakup Grab, Flash Express, Synqa dan Finnomena.
Baca juga: Percepat Pembangunan Pabrik Soda Ash, Menteri Investasi Bahlil Tinjau Lokasi di Petrokimia Gresik
“Krungsri Finnovate sangat mementingkan teknologi dan inovasi keuangan dalam segala hal. Kami percaya bahwa teknologi dan inovasi akan menjadi pendorong lahirnya berbagai solusi yang berfokus pada tantangan serta peluang di bidang ekonomi dan kebutuhan masyarakat guna mewujudkan visi negara di masa depan,” jelas Managing Director di Krungsri Finnovate, Sam Tanskul.
Sam menambahkan, Krungsri meyakini bahwa investasi ini merupakan peluang penting bagi Bank of Ayudhya untuk makin berkontribusi dan menyelami industri aset digital dan membangun sebuah ekosistem yang kuat guna menghadirkan solusi tepat untuk menjawab kebutuhan pelanggan kami yang berubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/managing-director-di-krungsri-finnovate-sam-tanskul-ceo-dan-co-founder-zipmex-marcus-lim.jpg)