Breaking News:

Berita Lumajang

Detik-detik Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Hampir Terjang Truk di Lokasi Tambang Pasir Lumajang

Detik-detik banjir lahar dingin Gunung Semeru hampir menerjang dua truk di lokasi pertambangan pasir Lumajang. Warga panik.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar video amatir detik-detik banjir lahar dingin Gunung Semeru hampir menerjang truk di lokasi pertambangan pasir Lumajang, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Belakangan ini hujan kerap mengguyur kawasan Gunung Semeru.

Kondisi ini rupanya membawa dampak besar. Kawasan pertambangan pasir di Besuk Kobokan, Pronojiwo, Lumajang, dilanda banjir lahar dingin, Minggu (12/9/2021).

Detik-detik saat banjir lahar dingin datang terekam oleh kamera warga.

Dalam video singkat itu, terlihat jelas warga panik. Sebab, ada dua truk hampir terjebak banjir lahar dingin.

Beruntung, pengemudi tersebut berhasil menyelamatkan dirinya dan armadanya.

Tak lama kemudian, lahar dingin yang membawa material vulkanis berupa pasir dan batu membanjiri area pertambangan.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, potensi banjir lahar dingin sebenarnya sudah mulai terdeteksi. Karena, sejak dua hari terakhir kawasan puncak Gunung Semeru kerap diguyur hujan

Kondisi ini memicu banjir lahar dingin. Pasalnya, di lereng gunung banyak sedimentasi guguran lava.

"Antisipasi itu sudah kami lakukan, sejak pagi BPBD sudah memantau aliran lahar dingin. Pukul 18.00 WIB tiba-tiba terjadi banjir lahar," kata Wawan.

Baca juga: Bantuan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Lumajang Belum Jelas, Warga Pilih Membangun Secara Mandiri

Diketahui, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil.

Kendati demikian, Wawan memastikan akan selalu menyiagakan personel di posko pemantauan untuk membaca potensi banjir lahar dingin.

"Yang jelas relawan kami akan memberi tahu informasi secara menyeluruh ketika ada peningkatan debit air, warga sementara dihalau untuk tidak beraktivitas di area pertambangan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved