Breaking News:

Berita Malang

Akibat Angin Kencang, Pohon Sengon di Kota Malang Tumbang

Akibat angin kencang, sebuah pohon sengon di Kota Malang tumbang. Peristiwa itu terjadi di belakang Pos Keamanan Lingkungan RT 04 RW 01 Kelurahan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
BPBD Kota Malang / Pohon sengon di belakang Pos Keamanan Lingkungan RT 04 RW 01 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tumbang, Selasa (14/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Akibat angin kencang, sebuah pohon sengon di Kota Malang tumbang.

Peristiwa itu terjadi di belakang Pos Keamanan Lingkungan RT 04 RW 01 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (14/9/2021) pagi.

Pohon sengon setinggi 5 meter dengan diameter 20 centimeter itu, tumbang sekitar pukul 04.00 WIB.

Setelah itu, petugas BPBD Kota Malang melakukan evakuasi pada pukul 07.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka luka dalam kejadian itu, namun pohon tumbang itu sempat menutup saluran air (selokan).

Kejadian itu dibenarkan langsung oleh Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto. Dirinya menjelaskan, kejadian itu memang erat kaitannya dengan angin kencang dan hujan yang melanda wilayah Kota Malang.

"Untuk proses evakuasi berjalan lancar, karena semua petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dan ini memang ada kaitannya, karena sekarang ini adalah masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (14/9/2021).

Dirinya menjelaskan, pohon tumbang ini menjadi salah satu dampak yang sangat memungkinkan ketika cuaca dalam masa pancaroba.

Baca juga: Pemuda Jadi Korban Begal di Probolinggo, Motor NMAX Dibawa Kabur, Pelaku Ayunkan Celurit

"Karena memang ada perubahan suhu, dari musim sebelumnya. Hal ini ditandai dengan anomali cuaca, yakni hujan lebat dan angin kencang," tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat Kota Malang lebih waspada, dan tidak keluar rumah apabila tidak penting. Serta menghindari aktivitas di luar rumah, saat muncul angin kencang dan hujan lebat.

"Tanda-tanda ini akan terus berlangsung hingga nanti awal Bulan Oktober. Selain itu kami meminta masyarakat untuk waspada, terhadap kejadian pohon tumbang, banjir dan tanah longsor," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengaku masih mengandalkan enam Early Warning System (EWS), yang sudah terpasang di beberapa titik di Kota Malang.

Melalui EWS, langsung terhubung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Malang, dan dapat memantau kondisi terdampak anomali cuaca.

"Sementara memang belum ada penambahan (EWS), dan hingga saat ini masih berjalan normal. Untuk tahun depan, mungkin kami akan ajukan untuk penambahan," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved